logo


Bantah Langgar UU Lalin, Ahmad Sahroni: Jalur Sepeda Sudirman Menyebabkan Banyak Kecelakaan

Ahmad Sahroni mengatakan bahwa pembongkaran jalur sepeda bertujuan untuk mencegah diskrimansi antara orang kaya dan miskin.

17 Juni 2021 16:30 WIB

Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni
Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, yang juga pengusul pembongkaran jalur sepeda Sudirman-Thamrin buka suara terkait tudingan Ketua Tim Advokasi Bike to Work (B2W) Indonesia Fahmi Saimima yang menyebut pembongkaran jalur sepeda melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan. Ia membenarkan bahwa keberadaan jalur sepeda telah diatur dalam UU tersebut, namun menurutnya tidak mewajibkan bersifat permanen.

"Benar ada amanat UU yang mengharuskan ada jalur sepeda. Tapi kan jelas tidak disebutkan harus jalur permanen yang dibatasi beton. Selama ini ada kok jalur sepeda," kata Sahroni seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (17/6/2021).

Politkus NasDem itu juga membantah bahwa pembngkaran jalur sepeda permanen berpotensi meningkatkan kecelakaan. Ia justru menyebut bahwa kecelakaan banyak terjadi karena keberadaan jalur sepeda permanen tersebut.


Soal Wacana Kenaikan Tarif PPN, NasDem: Sangat Tidak Bijak

"Soal pembongkaran menimbulkan kecelakaan, silahkan cek di Polda, berapa kasus kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh jalur permanen sepeda, banyak. Justru jalur ini menyebabkan banyak kecelakaan kendaraan lain," bebernya.

Lebih lanjut, ia meminta agar usulan pembongkaran jalur sepeda di ruas jalan Sudirman-Thmarin tidak dipersoalkan. Ia mengatakan bahwa usulannya tersebut bertujuan untuk mencegah diskrimansi antara orang kaya dan miskin.

 

Pasrah Jalur Sepeda Sudirman Dibongkar, Wagub DKI: Prinsipnya Pemprov Berikan Pelayanan Terbaik

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati