logo


Singgung Kerumunan McD, Habib Rizieq: Lakukan Pelanggaran Prokes Tidak Diproses Hukum

Habib Rizieq Shihab menilai kasus pelanggaran protokol kesehatan (prokes) yang menyeret dirinya tidak adil

17 Juni 2021 14:15 WIB

Habib Rizieq Shihab
Habib Rizieq Shihab Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Habib Rizieq Shihab menilai kasus pelanggaran protokol kesehatan (prokes) yang menyeret dirinya tidak adil apabila dibandingkan kasus pelanggaran prokes lainnya.

"Saya nyatakan di sini: Pantas saja JPU tidak pernah merasa bersalah, bahkan selalu merasa benar dan paling benar saat melakukan diskriminasi hukum dengan kriminalisasi pasien dan dokter dalam kasus Pelanggaran Prokes RS UMMI, sementara ribuan kasus pelanggaran prokes yang lain cukup didialogkan dan dimediasikan serta dimaafkan dengan Alasan-Alasan tersebut. Pertanyaannya: Alasan Pembenar dan Alasan Pemaaf yang bagimanakah bagi Presiden dan Menteri serta Gubernur yang berulang kali melakukan Pelanggaran Prokes sehingga tidak diproses hukum pidana?" kata Habib Rizieq di PN Jaktim, Kamis (17/6).

Rizieq kemudian menyinggung kerumunan yang terjadi di Mc Donald. Rizieq menyebut RS Ummi telah sangat berjasa membantu pasien Covid-19.


Sebutan Imam Besar Dihina, Habib Rizieq Khawatir Pendukungnya Kerumuni Pengadilan

"Alasan pembenar dan alasan pemaaf yang bagaimanakah bagi gerai-gerai Mc Donald yang pun sudah berulang kali melakukan Pelanggaran Prokes sehingga tidak diproses hukum pidana!? Semuanya cukup dengan dialog dan mediasi serta dimaafkan," katanya.

"Sementara bagi RS UMMI yang telah berjasa membantu ribuan pasien Covid, bahkan pemerintah berutang miliaran rupiah kepada RS UMMI selama pandemi, belum lagi ratusan ribu pasien yang dibantu RS UMMI sejak berdiri, hanya karena dianggap melanggar Prokes langsung diproses hukum dan dipidanakan serta diseret ke pengadilan, sehingga Pasien dan Dokter serta Rumah Sakit dikriminalisasi, karena dianggap tidak ada alasan pembenar dan alasan pemaaf maupun alasan restorative justice, sehingga tidak perlu lagi ada dialog dan mediasi serta tidak boleh dimaafkan," pungkasnya.

Singgung Kasus Pinangki, Habib Rizieq: Bandingkan dengan Tuntutan Gila JPU Kasus RS UMMI

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata