logo


Singgung Kasus Pinangki, Habib Rizieq: Bandingkan dengan Tuntutan Gila JPU Kasus RS UMMI

Rizieq membandingkan tuntutannya dengan Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Tjandra.

17 Juni 2021 13:17 WIB

Habib Rizieq
Habib Rizieq Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Habib Rizieq Shihab membandingkan tuntutan 6 tahun penjara terhadapnya dengan tuntutan untuk koruptor. Rizieq membandingkan tuntutannya dengan Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Tjandra.

"Fakta menunjukkan banyak kasus korupsi yang merugikan Negara milyaran hingga triliunan rupiah tapi dituntut ringan, seperti Dalam Kasus Koruptor Djoko Tjandra, ternyata Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki masing-masing hanya dituntut 4 tahun penjara, sedang Irjen Napoleon lebih ringan hanya dituntut 3 tahun penjara, dan Brigjen Prasetyo lebih ringan lagi hanya dituntut 2,5 tahun penjara. Bahkan Kasus mantan Bos Garuda Ary Askhara hanya dituntut 1 tahun penjara," kata Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (17/6).

Rizieq mengutip data dari Indonesian Corruption Watch (ICW) yang menunjukkan bahwa 911 terdakwa korupsi, 604 orang dituntut di bawah 4 tahun penjara.


Jaksa Sebut 'Imam Besar Hanya Isapan Jempol', Habib Rizieq: Saya Tidak Pernah Merasa Terhina

"Bagi JPU bahwa kasus pelanggaran protokol kesehatan bukan hanya kejahatan biasa, tapi kejahatan luar biasa yang jauh lebih jahat dan lebih berat daripada kasus penistaan agama yang pernah dilakukan Ahok sehingga buat gaduh Satu Negeri, tapi hanya dituntut hukuman percobaan 2 tahun. Dan juga lebih jahat dan lebih berat daripada kasus penyiraman air keras tehadap Petugas Negara & Penyidik KPK Novel Baswedan sehingga salah satu matanya Buta Permanen, tapi pelakunya hanya dituntut 1 tahun penjara," paparnya.

Rizieq menilai tuntutan 6 tahun adalah tidak wajar.

"Bandingkan dengan tuntutan gila JPU dalam Kasus RS UMMI terhadap saya yaitu penjara 6 Tahun dan terhadap Habib Hanif Alattas mau pun Dr Andi Tatat masing-masing penjara 2 tahun," katanya.

Sebutan Imam Besar Dihina, Habib Rizieq Khawatir Pendukungnya Kerumuni Pengadilan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata