logo


Sebutan Imam Besar Dihina, Habib Rizieq Khawatir Pendukungnya Kerumuni Pengadilan

Jaksa sempat menyebut status 'imam besar' Habib Rizieq Shihab hanya isapan jempol belaka.

17 Juni 2021 11:45 WIB

Habib Rizieq Syihab
Habib Rizieq Syihab Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jaksa sempat menyebut status 'imam besar' Habib Rizieq Shihab hanya isapan jempol belaka. Habib Rizieq mengaku tidak tersinggung dengan ucapan tersebut.

Rizieq mengatakan bahwa sebutan imam besar itu dari umat Islam di Indonesia sebagai tanda cinta.

"Sebutan Imam Besar untuk saya datang dari Umat Islam yang lugu dan polos serta tulus di berbagai daerah di Indonesia, saya pun berpendapat bahwa sebutan ini untuk saya agak berlebihan, namun saya memahami bahwa ini adalah romzul mahabbah yaitu tanda cinta dari mereka terhadap orang yang mereka cintai," kata Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (17/6).


Habib Rizieq Berharap Hakim Ambil Keputusan yang Mengantarkan ke Surga

Rizieq mengaku khawatir jika PN Jaktim dikerumuni oleh pendukungnya saat sidang vonis nanti. Rizieq takut pernyataan jaksa bisa menimbulkan kebencian dari pendukungnya.

"Dan saya lebih khawatir lagi kalau hinaan JPU tersebut akan ditafsirkan oleh umat Islam Indonesia sebagai tantangan, sehingga akan jadi pendorong semangat mereka untuk datang dan hadir serta mengepung dari segala penjuru Pengadilan Negeri Jakarta Timur ini, untuk menyaksikan langsung Sidang Terakhir yaitu Sidang Putusan pada hari Kamis tanggal 24 Juni 2021 yang akan datang," katanya.

Ia meminta JPU untuk berhati-hati. Rizieq khawatir pendukungnya berbondong-bondong mendatangi pengadilan.

"Nasihat saya kepada JPU agar hati-hati. Jangan menantang para pecinta, karena cinta itu punya kekuatan dahsyat, yang tak kan pernah takut akan tantangan dan ancaman. Saya tidak bisa membayangkan di masa Pandemi yang semakin parah ini, bagaimana jika jutaan pecinta yang kemarin menyambut kepulangan saya di Bandara, terprovokasi oleh tantangan JPU, lalu berbondong-bondong mendatangi pengadilan ini dari segala penjuru," kata Rizieq.

"Apalagi jika 7,5 juta peserta Aksi 212 tahun 2016, terlebih-lebih 15 juta peserta Reuni 212 Tahun 2018, yang datang berbondong-bondong mengepung pengadilan ini untuk menyambut tantangan JPU sekaligus membuktikan kekuatan cinta mereka, maka saya lebih tidak bisa membayangkannya lagi. Sekali lagi nasihat saya untuk JPU dan juga untuk semua musuh yang membenci saya, hati-hati jangan menantang para pecinta, karena cinta tidak akan pernah bisa dikalahkan dengan kebencian," pungkasnya.

Jaksa Sebut 'Imam Besar Hanya Isapan Jempol', Habib Rizieq: Saya Tidak Pernah Merasa Terhina

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata