logo


Pemprov DKI Diminta Tarik Rem Darurat, DPRD Tak Setuju: Nanti Nggak Ada Uang

Menurutnya, aspek kesehatan dan ekonomi harus berjalan beriringan

16 Juni 2021 20:04 WIB

Zita Anjani
Zita Anjani Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani mengaku tidak setuju dengan usulan sejumlah pihak agar Ibu Kota kembali menarik rem darurat dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ia mengatakan bahwa belajar dari PSBB tahun lalu, Pemprov DKI telah mengeluarkan banyak anggaran. Oleh karena itu, ia khawatir apabila PSBB ketat kembali diterapkan maka akan mengganggu pendapatan daerah.

"Kita satu tahun kemarin DKI sudah banyak yang kita korbankan dari segi ekonomi. Kenapa? Karena satu-satunya pendapatan DKI itu dari pajak. Jadi kalau di rem lagi, kita enggak punya uang untuk mendanai kesehatan kita," kata Zita di kompleks DPR, Jakarta, Rabu (16/6/2021).

"Ini kalau terlalu kencang, remnya terlalu kenceng ya nanti akibatnya pajak kita drop. Kalau pajak kita drop, tidak bisa Pemprov melakukan pembiayaan untuk kesehatan," sambungnya.


Covid-19 Naik, Luhut Sebut Gara-gara Masyarakat Nekat Mudik Lebaran

Menurutnya, aspek kesehatan dan ekonomi harus berjalan beriringan. Ia pun mengatakan bahwa kebijakan yang ada saat ini lebih baik diteruskan namun dengan pengawasan yang ketat.

"Karena tadi pencapaian PAD (pendapatan asli daerah) kita saja, kalau saya enggak salah masih di angka 25 persen. Sangat rendah. Saya takut kalau terlalu kenceng tutup, nanti Pemprov engak ada uang," pungkasnya.

Ditegur Kominfo India Gegara Temuan Varian Delta di Kudus, Ganjar: Rupanya Tersinggung

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati