logo


Menteri Keamanan AS Bilang Perbatasan AS-Meksiko Tertutup Bagi Imigran Ilegal

Alejandro Mayorkas menegaskan bahwa AS akan meningkatkan upaya untuk meredam aliran imigran gelap masuk ke wilayahnya

16 Juni 2021 14:00 WIB

Imigran Ilegal yang mencoba masuk ke wilayah AS dengan memanjat tembok perbatasan AS-Meksiko
Imigran Ilegal yang mencoba masuk ke wilayah AS dengan memanjat tembok perbatasan AS-Meksiko istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat Alejandro Mayorkas, pada Selasa (15/6) mengatakan bahwa wilayah perbatasan AS hanya dibuka bagi imigran resmi, dimana pemerintah AS akan memperketat dan meningkatkan aturan hukum yang bertujuan untuk mencegah masuknya imigran ilegal.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat berkunjung ke ibukota Meksiko, ditengah meningkatnya jumlah imigran ilegal dari wilayah Amerika Tengah yang masuk ke AS.

Mayorkas mengatakan bahwa masalah imigran ilegal tersebut merupakan tantangan yang dihadapi oleh pemerintah Meksiko dan Amerika Serikat.


China Bantah Adanya Kebocoran pada Fasilitas Nuklir Taishan, Tingkat Radioaktif Masih Normal

"Ini bukanlah sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada AS saja, tanyakan juga kepada Meksiko," kata Mayorkas kepada para wartawan, dikutip Reuters.

Mayorkas juga menambahkan bahwa pemerintah AS sudah mengirimkan sebuah pesan yang tegas kepada para imigran gelap: "Jangan datang".

Dia menekankan bahwa pemerintah sedang mengerjakan upaya alternatif yang dia gambarkan sebagai "jalur yang sah," seperti daftar program visa pekerja sementara dan investasi AS untuk mengatasi kekerasan, korupsi dan ekonomi lemah di sejumlah negara Amerika Tengah dengan tingkat migrasi yang tinggi.

Sebelumnya, beberapa pihak menyalahkan kebijakan imigrasi pemerintahan Joe Biden sebagai faktor pendorong meningkatnya jumlah imigran ilegal yang masuk ke AS.

"Ini semua seharusnya tidak terjadi. Krisis ini terjadi karena kebijakan presiden pemerintahan baru ini," kata Ketua fraksi Republikan di DPR AS Kevin McCarthy pada Maret lalu.

Menhan Kolombia Tuding Kelompok Pemberontak sebagai Pelaku Pengeboman di Fasilitas Militernya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia