logo


Ahok Hapus Kartu Kredit, Gerindra: Terlalu Mahal Dia Dibayar Pertamina Kalau Hanya Korek yang Kecil-kecil

Andre menyayangkan apabila sistem cashless yang sudah ada di Pertamina, justru ditarik

16 Juni 2021 11:21 WIB

Andre Rosiade
Andre Rosiade istimewa

"Penggunaan kartu kredit itu merupakan salah satu bentuk manajemen cashless ini. Agar semuanya terbuka dan bisa diaudit kapan saja. Selain itu, saya rasa di seluruh BUMN semua pimpinannya menggunakan corporate credit card dengan alasan kepraktisan untuk tujuan kedinasan," katanya.

"Bagaimana pun manajemen banyak penugasan, direksi banyak tugas yang harus menerima tamu untuk urusan perusahaan, dan itu kalau dari segi kepraktisan dengan kartu kredit perusahaan itu jelas, dan bisa diaudit. Kalau misalnya dibayar dulu ama direksi nanti invoicenya dibawa ke kantor kan itu juga lebih panjang. Tinggal mungkin ke depan, jangan sampai fasilitas ini disalahgunakan, diaudit saja," lanjutnya.

Andre menyayangkan apabila sistem cashless yang sudah ada di Pertamina, justru ditarik.


Dorong Program Bank Sampah di Cilegon, Pertamina: Jadi Sumber Ekonomi

"Masa Pertamina harus kembali menggunakan cash di saat seluruh dunia bergerak ke arah cashless payment. Saya yakin Presiden menugaskan dia (Ahok) ke Pertamina bukan untuk ngurusin corporate credit card. Terlalu mahal dia dibayar oleh Pertamina kalau hanya korek-korek yang kecil-kecil. Apakah ada Kilang Minyak, Petrochemical, atau infrastruktur hilir baru yang mulai dibangun saat dia menjabat sebagai komisaris utama?" kata Andre.

"Lalu berdasarkan informasi yang saya dapatkan. Hal ini tidak ada dalam Agenda RUPS. Dan juga belum ada persetujuan dari pemegang saham," pungkasnya.

Ahok Hapus Kartu Kredit Bos Pertamina, Demokrat: Politis

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata