logo


Tolak Lockdown Se-Jawa Imbas Varian Delta, Gibran: Kurang Fair, Solo Lagi Fase Pemulihan Ekonomi

Gibran sebut kondisi Solo berbeda dengan Kudus

15 Juni 2021 19:43 WIB

Gibran Rakabuming Raka
Gibran Rakabuming Raka Ist

SURAKARTA, JITUNEWS.COM - Pakar epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengusulkan agar diberlakukan karantina serentak di semua wilayah Jawa. Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan untuk menekan lonjakan kasus corona akibat munculnya virus corona varian Delta yang  berasal dari India.

Menanggapi usulan tersebut, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku tidak setuju apabila dilakukan karantina se-Jawa. Ia menyebut kondisi di setiap daerah berbeda-beda.

"Kurang fair, terutama untuk kota yang tidak kena zona merah," kata Gibran di Balai Kota Solo, Selasa 1/6/2021).


Wisma Atlet Tembus 5.453 Pasien, Pihak RS ke Anies: Lakukan PSBB Ketat, Kecuali Mau Warganya Kolaps!

Gibran lantas mencontohkan Kota Solo yang saat ini dalam tahap pemulihan ekonomi. Ia khawatir karantina se-Jawa akan mengganggu aktivitas perekonomian.

"Solo ini kan fase pemulihan ekonomi, kalau di lockdown ya turun lagi aktivitas ekonominya," ujarnya.

Putra sulung Presiden Jokowi itu mengatakan bahwa kondisi kasus corona di Solo berbeda dengan kondisi di Kudus yang mengalami lonjakan kasus yang tinggi karena adanya virus corona varian Delta. Ia menyebut kondisi Solo jauh lebih baik.

"Dilihat, tidak bisa disamaratakan, Solo dan Kudus ya beda. Kita situasinya beda. Jangan semua total lockdown. Kita susah," ucapnya.

"Solo vaksinasi cepat, PPKM Mikro, Jogo Tonggo jalan semua kok. Kalau dilockdown keadaan seperti ini tidak far. Situasi kita dan Kudus beda. Kita lebih sehat," pungkasnya.

Kasus Covid-19 Meningkat, Gerindra: Lemahnya Kontrol dari Pemerintah Pusat

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati