logo


UNHCR Dituding Bagikan Data Pengungsi Rohingya secara Tidak Aman kepada Bangladesh

Human Rights Watch melaporkan bahwa pihak PBB secara tidak benar telah membagikan data pengungsi Rohingya kepada pemerintah Bangladesh yang mana data tersebut kemungkinan juga diteruskan kepada pemerintah Myanmar

15 Juni 2021 19:30 WIB

Penderitaan Suku Rohingya di Rakhine, Myanmar.
Penderitaan Suku Rohingya di Rakhine, Myanmar.

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Human Rights Watch mengatakan PBB telah mengumpulkan dan membagikan data lebih dari 800.000 pengungsi Rohingya secara tidak benar kepada pemerintah Bangladesh, yang kemudian data tersebut diteruskan ke Myanmar. HRW juga meminta agar dilakukan sebuah penyelidikan terkait tindakan PBB tersebut.

Selama tiga tahun terakhir, badan pengungsi PBB (UNHCR) telah mendaftarkan ratusan ribu pengungsi Rohingya di kamp-kamp Bangladesh, dimana hal tersebut membuat pemerintah Bangladesh memberi para pengungsi tersebut kartu identitas yang diperlukan untuk mengakses bantuan dan layanan yang mereka perlukan.

Namun, menurut laporan HRW baru, para pengungsi umumnya tidak diberi tahu bahwa data pribadi mereka juga akan digunakan oleh pemerintah Bangladesh untuk menyerahkan rincian tentang mereka kepada otoritas Myanmar, untuk keperluan repatriasi di kemudian hari.


Dua Puluh Delapan Unit Pesawat Tempur China Tanpa Ijin Masuki Wilayah Udara Taiwan

“Praktik pengumpulan data badan pengungsi PBB dengan Rohingya di Bangladesh bertentangan dengan kebijakan badan itu sendiri dan membuat pengungsi menghadapi risiko lebih lanjut,” kata Lama Fakih, salah satu direktur HRW dalam sebuah pernyataan, dikutip Al Jazeera.

Pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Andrej Mahecic, juru bicara UNHCR. Ia mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya memiliki "kebijakan yang jelas untuk memastikan keamanan data para pengungsi di seluruh dunia yang selama ini mereka kumpulkan.

Perdana Menteri Ceko Prediksi Islam Akan Jadi Agama Mayoritas di Belanda dan Swedia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia