logo


Isu Pengawas Asing, Menko Perekonomian Sofyan Djalil : Saya Sangat Nasionalis

Saya sangat nasionalis, coba lihat proyek-proyek yang dibangun di Sumatera dan Pantura (Pantai Utara Jawa) yan

6 Mei 2015 15:21 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil.(Ist.)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil.(Ist.)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Isu soal mempekerjakan pengawas asing untuk menggarap proyek pemerintah senilai di atas Rp 100 milyar membuat Menko Bidang Perekonomian Sofyan Djalil "gerah". Pasalnya, dia dianggap oleh banyak pihak tidak nasionalis dan pro asing. 

"Saya dibilang tidak nasionalis," tegas Sofyan saat membuka acara International Conference and Exhibition on Palm Oil (ICEPO) 2015, di Jakarta, Rabu (06/05) . 

Sofyan mengatakan bahwa, wacana itu bukan tanpa dasar."Saya sangat nasionalis sekali, coba lihat proyek-proyek yang dibangun di Sumatera dan Pantura (Pantai Utara Jawa) yang tidak bertahan lama," kata Sofyan.


Ngaku Jungkir Balik Dukung Jokowi, Kapitra Minta Jadi Jaksa Agung

Sofyan lalu mencontohkan, jika di kampung halamannya terdapat sebuah batu besar yang dibawahnya dibagun waduk kecil sejak era Belanda, hingga saat ini masih berfungsi dengan baik.

"Apa yang salah, proyek pembangunan beberapa kali dibangun, tapi beberapa kali pula dibawa oleh banjir, apa yang salah, karena orang-orang kita tidak berdedikasi dan tidak ada kemauan," ungkap Sofyan.

Sementara itu, dia juga mencontohkan salah satu perusahaan yang membangun gardu listrik yang tidak diawasi dengan dedikasi dan kemauan, justru terlihat papan dan besi-besi nya."Padahal, katanya itu sudah diawasi, sudah saya suruh bongkar," tegas Sofyan.

Menurut Sofyan, ini bukan persoalan nasionalis atau tidak, melainkan soal dedikasi dan kemauan. "Dedikasi dan kemauan yang akan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan dihormati" pungkas Sofyan.

Seperti diberitakan sebelumnya, wacana mempekerjakan pengawas asing ini sempat ramai diperbincangkan. Bahkan, salah seorang Anggota DPR RI dari Komisi IX Saniatul Lativa dengan tegas mengatakan jika langkah pemerintah itu tidak manusiawi. 

 

Menteri ATR/Kepala BPN: Sikap Menentukan Masa Depan

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya