logo


Vonis Pinangki Dipotong dengan Alasan 'Perempuan', PKS: Bisa Jadi Preseden Buruk

Pinangki terbukti melakukan korupsi dan melakukan pidana pencucian uang

15 Juni 2021 14:46 WIB

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memotong vonis mantan jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM) dengan alasan 'perempuan' dari 10 tahun menjadi 4 tahun. Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, menyebut hal itu menjadi preseden buruk.

"Tentu ini jadi keprihatinan kita bersama. Dengan data yang gamblang terkait kasusnya, pemangkasan bisa jadi preseden buruk," ujar Mardani seperti diberitakan Detikcom, Selasa (15/6).

Mardani mengatakan bahwa upaya pemberantasan korupsi selalu menghadapi tantangan. Ia lalu menyinggung tidak lolosnya pegawai KPK akibat tes wawasan kebangsaan (TWK).


Vonis Pinangki Dipotong Jadi 4 Tahun, Demokrat Heran dengan Alasan 'Perempuan'

"Upaya pemberantasan korupsi akan selalu menghadapi tantangan. Ini menambah kesedihan setelah kejadian tidak lolosnya 75 pegawai berdedikasi KPK," kata Mardani.

Seperti diketahui, Pinangki terbukti melakukan korupsi dan melakukan pidana pencucian uang. Majelis hakim menilai Pinangki telah mengakui dan menyesali perbuatannya.

"Pinangki mengaku bersalah dan mengatakan menyesali perbuatannya serta telah mengiklaskan dipecat dari profesinya sebagai Jaksa. Oleh karena itu ia masih dapat diharapkan akan berprilaku sebagai warga masyarakat yang baik," demikian putusan PT Jakarta.

Vonis Pinangki dikurangi, karena majelis hakim menilai Pinangki adalah seorang ibu dari anaknya yang masih berusia 4 tahun dan layak diberi kesempatan untuk mengasuh.

"Bahwa Terdakwa sebagai wanita harus mendapat perhatian, perlindungan dan diperlakukan secara adil," ujar majelis.

Vonis Pinangki Dipotong dengan Alasan 'Perempuan', Komnas Perempuan Anggap Wajar

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata