logo


LaNyalla: Kalbar Tak Boleh Bergantung Listrik Pada Malaysia

Hal ini disampaikan LaNyalla menanggapi ucapan Gubernur Kalbar, Sutarmidji, yang mengatakan jika periode Agustus 2020 Kalbar masih bergantung pada Sesco Malaysia

15 Juni 2021 13:38 WIB

Tim Inspektur Ketenagalistrikan Kementerian ESDM bersama tim tanggap darurat PLN, kembali melakukan inspeksi instalasi tenaga listrik dan upaya perbaikan infrastruktur untuk pemulihan pasokan tenaga listrik di PLN Rayon Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10).
Tim Inspektur Ketenagalistrikan Kementerian ESDM bersama tim tanggap darurat PLN, kembali melakukan inspeksi instalasi tenaga listrik dan upaya perbaikan infrastruktur untuk pemulihan pasokan tenaga listrik di PLN Rayon Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10). Dok. KESDM

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendorong Kalimantan Barat mempunyai kemandirian dan ketahanan energi.

Menurutnya Kalbar tidak boleh lagi bergantung pasokan listrik dari Malaysia. Hal itu dikarenakan Indonesia sebagai negara besar dengan sumber daya alam melimpah harusnya malu jika ketergantungan energi kepada negara tetangga.

Hal ini disampaikan LaNyalla menanggapi ucapan Gubernur Kalbar, Sutarmidji, yang mengatakan jika periode Agustus 2020 Kalbar masih bergantung pada Sesco Malaysia untuk memenuhi kebutuhan listrik sebesar 714,78 MW. Beban puncak kebutuhan listrik di Kalbar adalah 509,52 MW.


Berhasil Pulihkan Listrik NTT, Dirut PLN: Terima Kasih Relawan

“Kita harus terus berusaha membangun pembangkit-pembangkit listrik di Kalimantan Barat. Potensinya sangat besar mengingat kita kaya sumber energi. Intinya, nggak boleh lagi beli listrik dari Malaysia. Malu kita sebagai negara besar tetapi energi saja harus dipasok oleh negara lain,” tegas LaNyalla, Selasa (15/6/2021).

Oleh karena itu, Senator asal Jawa Timur itu menyambut baik beroperasinya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Kalbar-1 unit 2 milik swasta yang berlokasi di Bengkayang, Kalimantan Barat. Pengoperasian PLTU itu dapat menurunkan volume pembelian listrik dari Sesco Malaysia hingga 48 persen.

PLTU yang akan beroperasi memiliki dua unit pembangkit dengan kapasitas masing-masing sebesar 100 megawatt (MW). Bisa menyalurkan 200 MW daya listrik tambahan untuk pelanggan.

Setelah diujicoba, PLN menargetkan kedua unit PLTU sudah dapat beroperasi penuh pada pertengahan tahun ini.

Selain meningkatkan kemandirian energi, pembangkit juga dikembangkan untuk memangkas biaya pokok produksi listrik, mengurangi penggunaan pembangkit berbahan baku diesel, dan menghentikan pembangkit-pembangkit sewa.

"Listrik merupakan kebutuhan vital. Keberadaannya sangat penting. Pasokan listrik yang memadai tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menumbuhkan iklim investasi positif di Kalimantan Barat,” katanya.

Utang PLN Menumpuk Capai Rp649,2 Triliun, DPR Minta Pemerintah Segera Bayar

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar