logo


Banding Dikabulkan, Hukuman Bui Jaksa Pinangki Dipangkas 6 Tahun

Pinangki mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya serta telah mengikhlaskan dipecat dari profesi sebagai jaksa.

15 Juni 2021 05:45 WIB

Pinangki
Pinangki Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Hukuman 10 tahun penjara bagi terpidana kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari dipangkas menjadi 4 tahun. Hal ini terjadi usai permohonan banding Pinangki diamini Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta.

Sesuai Putusan nomor 10/PID.SUS-TPK/2021/PT DKI yang diketok pada Selasa (8/6), Majelis Hakim memotong hukuman Jaksa Pinangki dari 10 tahun menjadi 4 tahun penjara atas kasus penerimaan suap, permufakatan jahat, dan pencucian uang.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda sebesar Rp600 juta dengan ketentuan bila denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan,” demikian dituliskan di laman Mahkamah Agung, Senin (14/6).


Kasus Kerumunan di Petamburan, HRS Dituntut 2 Tahun Penjara

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menilai hukuman 10 tahun penjara ke Pinangki terlalu berat. Terlebih, Pinangki sudah menyesali perbuatannya dan ikhlas dipecat dari profesinya sebagai jaksa. Oleh karenanya, Pinangki diharapkan bisa berperilaku sebagai warga masyarakat yang baik.

“Bahwa terdakwa mengaku bersalah dan mengatakan menyesali perbuatannya serta telah mengikhlaskan dipecat dari profesi sebagai jaksa, oleh karena itu ia masih dapat diharapkan akan berperilaku sebagai warga masyarakat yang baik. Bahwa terdakwa adalah seorang ibu dari anak yang masih balita (4 tahun) layak diberi kesempatan untuk mengasuh dan memberi kasih sayang kepada anaknya dalam masa pertumbuhan,” kata hakim.

Sebelumnya, JPU Kejaksaan Agung menuntut Pinangki divonis 4 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Sedangkan pada 8 Februari 2021 lalu, majelis hakim Tipikor PN Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara ditambah denda Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan.

MA Sunat Vonis Eks Bupati Talaud Gegara Barang Suap Belum Diterima, MAKI: Terkesan Mengada-ada

Halaman: 
Penulis : Iskandar