logo


Pembelajaran Tatap Muka Harus Ada Persetujuan Ortu, Tidak Dipaksakan

Puan meminta pemerintah dan seluruh pihak terkait memenuhi sejumlah persyaratan sebelum memulai pembelajaran tatap muka di sekolah.

14 Juni 2021 22:21 WIB

Ilustrasi Murid SMP
Ilustrasi Murid SMP

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada masa pandemi yang rencananya dimulai Juli 2021 harus dilakukan dengan hati-hati.

Puan meminta pemerintah dan seluruh pihak terkait memenuhi sejumlah persyaratan sebelum memulai pembelajaran tatap muka di sekolah.

Menurut Politisi PDI Perjuangan itu, pembelajaran tatap muka di sekolah pada masa pandemi baru dapat dilakukan setelah rasio positif Covid-19 berada di bawah lima persen dan angka kematian akibat Covid-19 menurun. Selain itu, guru dan orang tua murid juga sudah divaksinasi.


Tolak Keras Pajak Sekolah, PBNU: Jangankan Modal Balik, Gaji Guru dengan Layak Saja Hal yang Berat

“Rencana akan dimulai kembali pembelajaran tatap muka di sekolah tentu harus didukung, tapi harus hati-hati, dan penuhi semua syarat-syarat pencegahan penularan virus corona,” ungkap Puan, di Jakarta, Senin (14/6/2021).

Mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu menuturkan, sistem tes dan lacak Covid-19 juga harus diperbaiki oleh pemerintah daerah, satgas penanggulangan Covid-19, dan para pihak terkait. Para guru dan tenaga pendidikan juga harus dipastikan negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR.

“Sistem tes dan lacak harus diperbaiki. Apabila ada kasus harus dilacak hingga kontak ke-30,” ujar Puan.

“Sekolah harus di luar ruangan, dan bila di ruang tertutup harus ada penyaring partikel udara,” pungkasnya.

Sekolah Kembali Tatap Muka, Gus AMI: Standar Protokol Kesehatan Harus Disiapkan Maksimal

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar