logo


Satu dari Dua Jurnalis AS yang Ditahan oleh Junta Militer Myanmar Akhirnya Dibebaskan

Nathan Maung, salah satu jurnalis berkebangsaan Amerika Serikat, yang ditangkap oleh junta militer Myanmar, akhirnya dibebaskan dan akan segera diterbangkan keluar dari negara tersebut.

14 Juni 2021 20:00 WIB

Pihak keamanan Myanmar terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa
Pihak keamanan Myanmar terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa Al Jazeera

YANGON, JITUNEWS.COM - Jurnalis asal Amerika Serikat, Nathan Maung, telah dibebaskan oleh junta militer Myanmar dan akan segera diterbangkan keluar dari wilayah negara tersebut pada Selasa (15/6). Hal tersebut disampaikan oleh Tin Zar Oo, kuasa hukum Nathan Maung kepada Reuters.

Tin Zar oo mengatakan bahwa pihak pengadilan Myanmar telah menghentikan proses persidangan kliennya tersebut usai pihak penggugat membatalkan tuntutannya.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Ned Price, pada awal bulan ini mengatakan bahwa pihaknya sangat khawatir dengan kondisi dua jurnalis AS yang ditangkap dan ditahan oleh junta militer Myanmar, yakni Nathan Maung dan Daniel Fenster.


Hadir di KTT NATO, Presiden Lithuania Sebut Rusia Mencoba Telan Belarus

"Kami sangat prihatin dengan penahanan Daniel Fenster dan Nathan Maung, keduanya bekerja sebagai jurnalis di Burma (Myanmar)," kata Ned Price dalam konferensi pers.

Fenster, 37 tahun, diketahui bekerja sebagai kepala editor surat kabar Frontier Myanmar. Ia ditangkap pada 24 Mei di Bandara Internasional Yangon saat berupaya keluar dari Myanmar. Hingga saat ini, masih belum diketahui apakah dirinya akan dijatuhi hukuman oleh junta militer Myanmar.

"Kami sudah menjatuhkan tekanan terhadap rezim militer untuk segera membebaskan mereka...sejumlah pejabat konsulat kami belakangan ini sudah bertemu dengan Nathan pada 24 Mei secara virtual. Kami juga sudah berusaha bertemu dengan Daniel Fenster, tapi kami belum mendapatkan akses yang memadai," tambahnya.

Price mengatakan bahwa Amerika Serikat akan terus menekan junta militer Myanmar untuk segera membebaskan seluruh jurnalis yang mereka tahan.

PM Inggris Sebut Biden Akan Sampaikan Pesan Tegas saat Bertemu dengan Putin

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia