logo


Cegah Penyebaran Varian Covid-19 Delta, Inggris Kemungkinan Bakal Perpanjang Lockdown

Pemerintah Inggris kemungkinan akan menunda pembukaan kembali perekonomian guna mencegah peningkatan kasus infeksi yang disebabkan oleh varian Covid-19 Delta

14 Juni 2021 15:54 WIB

Salah satu sudut Kota London
Salah satu sudut Kota London istimewa

LONDON, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Iggris Boris Johnson diharapkan akan segera mengumumkan pencabutan aturan pembatasan sosial di Inggris pada 21 Juni mendatang, namun sejumlah laporan mengatakan bahwa pejabat pemerintah Inggris kemungkinan akan menuda pembukaan perekonomian hingga setidaknya selama satu bulan ke depan guna mencegah penyebaran varian virus Covid-19 Delta.

Media Inggris, The Guardian telah melaporkan bahwa data yang dikirimkan ke sejumlah menteri mengindikasikan bahwa gelombang baru virus Corona akan berdampak terhadap generasi muda Inggris yang belum menerima suntikan vaksin Covid-19.

Sejumlah pakar kesehatan sangat khawatir jika varian Delta yang teridentifikasi di India dapat kembali meningkatkan jumlah kasus infeksi mengingat varian ini diyakini 60 persen lebih mudah menular dibanding dengan varian sebelumnya, dan dapat mengurangi efektivitas suntikan vaksin.


Kim Jong-un Sebut K-Pop sebagai Sel Kanker, Merusak Nilai Moral Generasi Muda

Menurut data pemerintah, lebih dari 41 juta warga Inggris sudah menerima suntikan pertama dosis dan hampir 30 juta lainnya sudah menerima suntikan kedua. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Public Health England pada bulan lalu menunjukkan bahwa suntikan pertama dosis vaksin hanya memiliki efektivitas mencapai 33 persen terhadap varian Delta, dan tingkat perlindungan bisa ditingkatkan hingga 81 persen dengan pemberian dosis kedua vaksin Covid-19.

Ditundanya pencabutan kebijakan pembatasan sosial nantinya akan memberikan waktu yang lebih banyak bagi para pakar untuk melakukan penelitian terhadap varian virus Covid-19 Delta dan mengamati apakah program vaksinasi telah berhasil mencegah peningkatan kasus infeksi dan kematian.

Namun, keputusan untuk menunda pembukaan perekonomian ini tentunya akan memicu protes dari banyak pihak, termasuk para politikus konservatif.

Mark Harper, Kepala Kelompok pemulihan Covid-19, mengatakan bahwa keputusan untuk menunda pembukaan perekonomian akan menjadi pilihan yang sarat dengan muatan politik. Ia memperingatkan bahwa kebijakan lockdown bisa saja kembali diberlakukan saat kasus infeksi Covid-19 mengalami peningkatan lagi pada saat musim gugur atau musim dingin.

"Kepurusan untuk menunda akan menjadi sebuah pilihan politis. Varian dan mutasi akan terus terjadi. Kita harus belajar untuk hidup dengan hal itu. Jika vaksin kita yang sangat efektif tidak dapat membuat kita terbebas dari aturan pembatasan sosial, maka tidak akan ada yang dapat (membebaskan kita)," kata Harper.

PM Inggris Dukung Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia