logo


K-Pop Dianggap Kanker Ganas, Kim Jong Un Bakal Hukum Warganya yang Nonton

Kim Jong Un memerintahkan setiap kota untuk membasmi kecenderungan kapitalis yang muncul.

13 Juni 2021 06:30 WIB

Kim Jong-un
Kim Jong-un nikkei

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kim Jong Un mulai memperhitungkan bahaya K-Pop bagi negaranya. Dia khawatir Korea Utara akan hancur jika terus dipengaruhi budaya Korea Selatan.

Kim bahkan menganggap K-Pop sebagai kanker ganas yang menyerang warganya. Dia pun memberi peringatan keras terhadap warganya untuk berhenti mengonsumsi hiburan asal Korsel.

Pada Desember 2020 lalu, Kim Jong Un mengungkap undang-undang yang bisa menghukum warga yang kedapatan memiliki atau menonton hiburan Korea Selatan. Hukumannya adalah penempatan di kamp kerja paksa selama 5-15 tahun.


IAEA Curiga Korea Utara Tingkatkan Penggunaan Plutonium untuk Bikin Senjata Nuklir

Bagi siapa saja yang kedapatan berbicara, menulis, atau menyanyi dengan gaya 'Korea Selatan' diancam hukuman 2 tahun kerja paksa. Sementara mereka yang kedapatan menyelundupkan hiburan Korea bisa terancam hukuman mati.

Selain itu, mereka yang kepergok mengirim pesan teks atau mengobrol dengan aksen atau referensi bicara Korea Selatan akan diusir dari kota.

Kim Jong Un juga memerintahkan setiap kota untuk membasmi kecenderungan kapitalis yang muncul.

Diketahui, Kim Jong Un pernah mengundang sejumlah artis Korsel, termasuk Red Velvet untuk tampil di Korut pada 2018. Saat itu, Kim tampak terhibur dan sempat melemparkan pujian.

Kim Jong-un Sebut K-Pop sebagai Sel Kanker, Merusak Nilai Moral Generasi Muda

Halaman: 
Penulis : Iskandar