logo


Jokowi Tak Hadiri Acara Megawati, Cara Halus Tolak Duet Prabowo-Puan di Pilpres 2024?

Absennya Jokowi pada pengukuhan profesor Megawati dinilai sebagai sikap penolakan atas rencana duet Prabowo-Puan di Pilpres 2024.

12 Juni 2021 14:26 WIB

batasnegeri.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ketidakhadiran Presiden Joko Widodo dalam pengukuhan gelar profesor Megawati Soekarnoputri dinilai sebagai bentuk penolakan halus atas duet Prabowo-Puan di Pilpres 2024. Hal itu disampaikan oleh Direktur Visi Indonesia Strategis, Abdul Hamid.

Absennya Jokowi pada pengukuhan gelar profesor Megawati di Unhan Sentul, Bogor itu disebut memiliki dua makna.

Pertama, Jokowi tak nyaman dengan penganugerahan profesor Megawati karena berpotensi menimbulkan keriuhan di tengah upaya pemulihan ekonomi akibat Covid-19.


Kritik Prabowo Soal Anggaran Alutsista Rp 1.700 T, Ahli: Potensial Jadi Bancakan Politik 2024

“Apalagi memang belum ada preseden, gelar profesor diberikan secara kehormatan. Karena profesor merupakan gelar tertinggi dunia pendidikan yang mensyaratkan proses panjang dan sulit seperti syarat publisitas jurnal dan lain-lain,” ujar Hamid, dilansir dari Pojoksatu.id, Sabtu (12/6).

Kedua, Jokowi ingin menyampaikan pesan secara halus bahwa ia tak sepakat dengan wacana duet Prabowo Subianto-Puan Maharani pada Pilpres 2024 mendatang.

“Karena di samping Jokowi juga ingin juga menjadi play maker pada Pilpres 2024, saya melihat loyalis Jokowi masih agak resisten terhadap kehadiran Prabowo,” jelas Hamid.

Hamid mengatakan, pendukung Jokowi tidak diisi oleh simpatisan PDIP. Menurutnya, Jokowi dipilih bukan karena ia seorang kader PDIP, melainkan ketokohannya itu sendiri.

“Cara terbaik untuk menjaga psikologis pasukannya adalah dengan tidak hadir pada penganugerahan gelar profesor Mega,” tandasnya.

Gelar Profesor Megawati Disebut Lobi Prabowo Nyapres di 2024, Gerindra: Jangan Kaitkan dengan Politik!

Halaman: 
Penulis : Iskandar