logo


Perekam Video Tewasnya George Floyd Dapat Penghargaan Pulitzer

Kematian pria kulit hitam AS, George Floyd, pada tahun 2020 lalu telah memicu gelombang aksi protes Black Lives Matter

12 Juni 2021 10:57 WIB

George Floyd
George Floyd istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Darnella Frazier, seorang remaja yang merekam video insiden pembunuhan George Floyd, kini telah menerima penghargaan Pulitzer, yang merupakan penghargaan paling bergengsi dalam jurnalisme Amerika Serikat.

Video Frazier dinilai telah menunjukkan peran penting warga negara dalam bidang jurnalistik karena telah mengungkap kebenaran dan keadilan.

George Floyd, seorang pria kulit hitam, diketahui meninggal dunia pada 25 Mei 2020, saat lehernya ditindih oleh petugas polisi Minneapolis, Minnesota, Derek Chauvin.


Presiden Venezuela Desak AS Segera Cairkan Dana Pembayaran Vaksin Covid-19 Mereka

Video yang direkam oleh Frazier yang saat itu berusia 17 tahun, memperlihatkan bahwa Derek Chauvin menekan lutunya di bagian leher Floyd selama 9 menit, 29 detik. Ia tak juga melepaskannya meski Floyd berkata "Saya tidak bisa bernapas". Insiden tersebut memicu gelombang protes yang menyebar ke di seluruh penjuru Amerika Serikat.

Derek Chauvin kemudian ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan.

Pada Maret lalu, Frazier juga bersaksi di sidang dengan mengatakan bahwa insiden yang dialami oleh George Floyd tersebut memaksanya untuk tetap tinggal dan merekam kejadian tersebut.

“Itu tidak benar. Dia (Floyd) menderita. Dia kesakitan,” kata Frazier dalam persidangan, dikutip Al Jazeera.

"Saya terus meminta maaf dan meminta maaf kepada George Floyd karena tidak bisa melakukan hal yang lebih banyak dan tidak berinteraksi secara fisik untuk menyelamatkan hidupnya," kata Frazier.

“Itu bukan tindakan yang seharusnya saya lakukan; itulah yang seharusnya dilakukan [Chauvin],” tambahnya.

Putin Sebut Hubungan AS-Rusia Berada di Titik Nadir

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia