logo


Mantan Kepala Mossad Beberkan Operasi Intelijen yang Sudah Mereka Lakukan terhadap Iran

Yossi Cohen, mantan kepala Mossad mengungkap bahwa pihaknya telah berhasil melakukan operasi infiltrasi untuk mencuri dokumen rahasia terkait program nuklir Iran

12 Juni 2021 09:45 WIB

Badan Inteljen Israel, Mossad
Badan Inteljen Israel, Mossad istimewa

TEL AVIV, JITUNEWS.COM - Mantan Kepala Badan Intelijen Israel Mossad, Yossi Cohen, mengatakan bahwa pihaknya pada Januari 2018 lalu telah melakukan operasi infiltrasi ke sebuah fasilitas pengembangan nuklir dan berhasil membuka 32 brankas yang menyimpan dokumen-dokumen rahasia terkait program nuklir Iran. Dokumen-dokumen tersebut kemudian pada bulan April ditunjukkan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai bukti bahwa Iran benar-benar berusaha membuat senjata nuklir.

Hal tersebut ia sampaikan dalam sebuah sesi wawancara dengan media Israel, Channel 12.

Cohen yang pada pekan lalu pensiun dari jabatannya, tidak menjelaskan bagaimana para agen mata-mata Israel tersebut berhadil keluar dari Iran dengan membawa 50 ribu dokumen, meski mereka telah dikejar oleh pihak keamanan Iran.


Tampar Emmanuel Macron, Pria Perancis Ini Harus Mendekam di Penjara selama 4 Bulan

Meski mengungkap banyak detail mengenai operasi pencurian dokumen program nuklir Iran tahun 2018, namun Cohen tidak secara langsung mengkonfirmasi peran Israel dalam insiden meledaknya fasilitas nuklir Iran di Natanz pada April 2021 lalu.

Cohen hanya menekankan bahwa Tel Aviv telah mengirimkan sebuah pesan yang sangat jelas untuk Iran: "Kami tidak akan membiarkan anda mendapatkan senjata nuklir. Apa anda tidak paham?"

Kemudian terkait insiden pembunuhan salah satu ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh pada 2020 lalu, Cohen mengatakan bahwa Fakhrizadeh sudah menjadi sasaran Mossad. Namun, Cohen sekali lagi tidak menjelaskan bahwa Mossad adalah pelaku penyerangan terhadap Fakhrizadeh.

"Orang yang paling berbahaya bagi kami dari sudut pandang ilmu pengetahuan, peneliti program nuklir militer Iran. Dia (Fakhrizadeh) sudah menjadi target operasi (intelijen) selama bertahun-tahun," kata Cohen.

Cohen menegaskan bahwa Tel Aviv siap untuk mengeliminasi semua individu yang berpotensi "membahayakan warga negara Israel".

China Tingkatkan Anggaran Belanja Militer, Begini Reaksi Menhan AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia