logo


Bupati Kampar Klarifikasi Soal Video Viral 3 Bocah SD Bergelantungan Seberangi Sungai

Viralnya video tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto.

11 Juni 2021 19:16 WIB

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto.\n\n
Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto. Istimewa

RIAU, JITUNEWS.COM- Jagat maya baru-baru ini dihebohkan dengan video tiga murid sekolah dasar menyeberangi sungai dengan cara bergelantungan dengan keranjang buah sawit. Peristiwa itu terjadi di Desa Kuntu, Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau.

Viralnya video tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto.

Dia langsung meninjau lokasi sungai di Desa Kuntu dan Desa Kuntu Darussalam Kecamatan Kampar Kiri.


Riau Dikepung Asap, Gubernur Tetapkan Status Darurat Polusi Udara

"Pagi ini saya berada di lokasi, tepat di Desa Kuntu di perbatasan Desa Kuntu Darussalam di Kecamatan Kampar Kiri dan di dampingi Kepala Bappeda sekaligus Kadis PUPR guna memastikan kondisi sebenarnya seperti apa," ujar Catur, Jumat (11/6/2021).

Menurutnya kejadian yang sempat viral ini setelah dibuktikan bersama kapolsek, dan Dan Ramil beserta jajarannya ternyata di sini ada sungai yang lebarnya lebih kurang 15 meter dan diatasnya ada kabel (seling) yang ternyata untuk menyeberangkan Tandan Buah Segar (TBS).

"Sebenanrya tali yang digunakan anak-anak tersebut bukan akses penyebarangan, tapi alat untuk menyebrangan buah sawit. Dan anak-anak yang bergelantungan itu juga bukan nyeberang mau sekolah, tapi cuma main-main dan dijadikan konten. Intinya, video dan kenyataannya tak sesuai fakta," kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Kuntu, Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, Asril, membenarkan bahwa video tersebut memang lokasinya di wilayah Desa Kuntu. Namun di seberang sungai yang diseberangi 3 anak SD tersebut bukanlah perkampungan penduduk.

"Iya benar, itu di desa kita. Tetapi sungai yang diseberangi tiga anak SD tersebut, bukan di perkampungan penduduk, melainkan di lokasi perkebunan milik pengusaha Tionghoa. Dan keranjang itu sendiri adalah alat angkut sawit mereka menyebrang sungai karena takut mobil pengangkut buahnya terkubur atau terpuruk bila dipaksakan menyeberangi sungai," jelas Asril.

Menurutnya, terkait konten yang lagi heboh saat ini, adalah hal biasa karena ada pihak yang berusaha mencari keuntungan dengan membesar-besarkan berita tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa sungai yang dilewati 3 anak SD tersebut merupakan sungai kecil.

"Konten yang lagi heboh saat ini adalah hal biasa. Ada pihak yang berusaha mencari keuntungan dengan membesar-besarkan berita tersebut. Dan adapun sungai yang ada di video yang lagi heboh itu hanyalah sungai kecil yang bisa dilewati oleh sepeda motor, dan biasa dilewati oleh pekerja kebun, maupun oleh masyarakat sekitar untuk pergi memancing atau keperluan lainnya," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa bila air sungai tersebut lagi banjir, maka akses jalan yang digunakan adalah melalui jalan perkebunan sawit KUD, yang sedikit agak jauh.

Asril juga menyampaikan jumlah penduduk yang bekerja di seberang sungai hanyalah 12 kepala keluarga. Dan video tiga bocah yang lagi viral itu diambil mereka pulang sekolah.

"Jumlah penduduk yang bekerja di perkebunan sawit itu, hanyalah lebih kurang 12 KK, dan jumlah anak usia sekolah dasar 7 orang, tingkat menengah pertama 2 orang. Video ini diambil oleh seseorang ketika anak-anak ini pulang sekolah,” kata dia.

“Dan biasalah, yang namanya anak-anak, baik mereka, ataupun kita dulunya memanfaatkan waktu untuk bermain, apalagi di tempat dan suasana yang seperti itu," pungkasnya.

Unik! Hanya di Provinsi Ini Nama Koruptor Diabadikan Jadi Nama Gedung

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar
 
×
×