logo


Taliban Minta Turki Tarik Pasukan Militernya dari Afghanistan Sesuai Perjanjian 2020

Juru bicara Taliban mengatakan bahwa Turki harus menarik pasukannya dari Afghanistan sesuai dengan perjanjian karena mereka merupakan negara anggota NATO

11 Juni 2021 19:02 WIB

Militan Taliban
Militan Taliban istimewa

KABUL, JITUNEWS.COM - Juru bicara Taliban, Suhail Shaheen, mengatakan bahwa Turki harus menarik pasukannya dari Afghanistan sesuai dengan kesepakatan penarikan pasukan asing 2020. Ia menambahkan bahwa pihaknya menolak permohonan Ankara untuk menjaga dan mengoperasikan bandara Kabul setelah pasukan NATO yang dipimpin Amerika Serikat pergi dari Afghanistan.

“Turki adalah bagian dari pasukan NATO dalam 20 tahun terakhir, jadi mereka harus keluar dari Afghanistan berdasarkan perjanjian yang kami tandatangani dengan AS pada 29 Februari 2020,” kata Suhail Shaheen kepada Reuters.

“Jika tidak, Turki adalah negara Islam yang hebat. Afghanistan memiliki hubungan historis dengannya. Kami berharap dapat menjalin hubungan yang erat dan baik dengan mereka sebagai pemerintahan Islam baru yang didirikan di negara ini di masa depan, ”tambahnya.


Titip Salam buat Putin, Donald Trump ke Joe Biden: Jangan Tertidur Selama Pertemuan

Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan serius bagi AS, negara-negara lain dan organisasi internasional yang saat ini sejumlah personil pasukan militernya masih berada di Kabul, mengenai bagaimana cara mengevakuasi personil mereka dengan aman dari Afghanistan, jika nantinya terjadi pertempuran.

Apa yang disampaikan oleh juru bicara Taliban tersebut juga tampaknya menghancurkan harapan Turki yang ingin menggunakan pengamanan bandara Kabul untuk membantu meningkatkan hubungan bilateralnya dengan Amerika Serikat, yang belakangan ini memanas usai Ankara nekat membeli sistem pertahanan Rusia.

Terkait Isu Imigran Ilegal di Perbatasan AS-Meksiko, Gubernur Texas: Bukan Sebuah Lelucon

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×