logo


Semprot Sri Mulyani soal PPN Sembako, Andi Arief: Ingat Waktu Miskin, Dulu kan Pernah Miskin!

Andi meminta pemerintah mengurungkan kebijakan PPN tersebut agar rakyat tidak semakin sengsara.

11 Juni 2021 15:15 WIB

Andi Arief
Andi Arief Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menyesalkan rencana pemberlakuan pajak pertambahan nilai (PPN) pada barang kebutuhan pokok (sembako).

Andi meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) untuk berempati pada orang yang kesulitan secara ekonomi. Bahkan, Andi menyebut SMI dulunya sempat mengalami kemiskinan.

“PPN sembako diberlakukan, mohon Ibu SMI ingat waktu miskin. Dulu kan pernah miskin,” cuitnya di akun Twitter @AndiArief__, dikutip Jumat (11/6).


Diminta Berkoalisi dengan Demokrat, Golkar Fokus Airlangga Capres 2024

Dia meminta pemerintah mengurungkan kebijakan PPN tersebut agar rakyat tidak semakin sengsara.

“Jangan mentang-mentang sekarang sudah naik kelas jadi orang punya. Sekolah tinggi-tinggi bukan untuk menyengsarakan rakyat,” tandasnya.

Diketahui, rencana pemerintah menerapkan PPN terhadap sembako telah tertuang dalam draf revisi UU 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), tepatnya pada pasal 4A.

Disebutkan, barang kebutuhan pokok serta barang hasil pertambangan atau pengeboran dihapus dalam kelompok jenis barang yang tidak dikenai PPN.

Barang tersebut mencakup beras dan gabah, jagung, sagu kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbuan, dan gula konsumsi.

Tolak Rencana PPN pada Sembako, Demokrat ke Pemerintah: Jangan Demi Beton, Periuk Rakyat Dipajaki!

Halaman: 
Penulis : Iskandar