logo


AS Bakal Segera Jatuhkan Sanksi terhadap Hamas

Menteri Keuangan AS mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah berupaya untuk menjatuhkan sanksi terhadap kelompok Palestina, Hamas.

11 Juni 2021 13:45 WIB

Menkeu AS, Janet Yellen
Menkeu AS, Janet Yellen istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen pada Kamis (10/6) menyatakan bahwa langkah menjatuhkan sanksi terhadap kelompok militan Palestina, Hamas, sebagai prioritas pemerintahan Joe Biden.

Pernyataan tersebut ia lontarkan seiring dengan meningkatnya tekanan terhadap pemerintah AS untuk melawan tindakan terorisme dan pencucian uang internasional.

"Hamas sudah dianggap sebagai target pemerintah AS dalam program sanksi kontra-terorisme dan kami memprioritaskan untuk membuat Hamas dan para pendukungnya sebagai sasaran (sanksi)," kata Yellen kepada anggota parlemen AS.


Rusia Siapkan Satelit Canggih bagi Iran untuk Awasi Wilayah Timur Tengah

Yellen juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah mengeluarkan ancaman sanksi bagi semua pihak di seluruh dunia untuk tidak mendukung kelompok Hamas secara finansial.

"Kami juga bekerja sama dengan sejumlah yuridiksi untuk meningkatkan kebijakan anti-pencucian uang dan melawan semua bentuk kerangka kerja yang digunakan untuk mendanai terorisme," tegasnya.

Sebelumnya, parlemen AS diketahui sudah mengajukan sebuah RUU bernama Palestinian International Terrorism Support Prevention Act atau Kebijakan Dukungan Pencegahan Terorisme Internasional Palestina, yang akan dijadikan dasar untuk menjatuhkan sanksi terhadap semua pihak, baik individu maupun lembaga, yang mendukung Hamas atau kelompok militan Palestina lainnya.

"RUU ini akan (menjadi dasar untuk) menjatuhkan sanksi terhadap individu, entitas, dan pemerintahan yang menyediakan dukungan untuk Hamas, (kelompok) Jihad Islam Palestina dan kelompok teroris Palestina lain, yang pada beberapa pekan lalu menembakkan lebih dari 4.000 roket terhadap warga sipil Israel," kata para anggota parlemen AS tersebut dalam pernyataan tertulis, dikutip Sputniknews beberapa waktu yang lalu.

Boris Johnson Berharap G7 Bakal Donasi Satu Miliar Dosis Vaksin Covid-19 ke Negara Miskin

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia