logo


Pembayaran Program COVAX Diblokir, Venezuela Belum Bisa Terima Vaksin Covid-19

Pemerintah Venezuela mengatakan bahwa proses transfer mereka untuk membayar program COVAX telah diblokir oleh pihak bank

11 Juni 2021 09:33 WIB

Program Pendistribusian vaksin Covid-19 gratis ke negara-negara miskin, COVAX
Program Pendistribusian vaksin Covid-19 gratis ke negara-negara miskin, COVAX istimewa

CARACAS, JITUNEWS.COM - Sejumlah pejabat pemerintah Venezuela pada Kamis (10/6) mengatakan bahwa pihaknya belum mampu menyelesaikan pembayaran yang diperlukan untuk mendapatkan pengiriman vaksin Covid-19 melalui program COVAX. Hal tersebut disebabkan karena transfer mereka ke program COVAX telah terblokir.

Pemerintahan Presiden Nicolas Maduro selama berbulan-bulan mengatakan bahwa mereka belum mampu membayar program COVAX karena adanya sanksi dari Amerika Serikat. Namun, pada Maret lalu, mereka mengumumkan bahwa pihaknya sudah memiliki anggaran sebesar US$ 120 juta yang diperlukan untuk itu.

"Sistem finansial yang juga bersembunyi dibalik lobi AS, memiliki kuasa untuk memblokir sumber daya yang dapat digunakan untuk mengimunisasi penduduk Venezuela," kata Rodriguez, dikutip Reuters.


Otoritas India Khawatir Wilayah Mizoram Jadi Basis Aktivis Anti Junta Militer Myanmar

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jorge Arreaza mengatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi dari salah satu bank Swiss, UBS, bahwa empat transaksi mereka dengan nilai USD 4,6 juta "telah diblokir dan dalam proses investigasi".

"Venezuela sudah membayar semua komitmennya dengan mekanisme COVAX untuk mendapatkan vaksin. Tapi, bank (UBS) secara sepihak "memblokir" pembayaran terakhir dan (pembayaran) itu dalam proses investigasi, (Ini) sebuah tindak kejahatan!" kata Arreaza dalam postingan Twitternya.

Sejauh ini, pihak bank UBS maupun program COVAX belum mengeluarkan komentar terkait pemblokiran tersebut.

Viral Foto Jokowi Buat Kerumunan di Tanjung Priok, Istana: Semua Dilakukan dengan Tertib

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia