logo


Bocornya Draft RUU Sembako Kena PPN, Sri Mulyani: Situasinya Menjadi Agak Kikuk

Sri Mulyani menyayangkan ada RUU KUP yang bocor ke masyarakat ketika belum waktunya dibahas

10 Juni 2021 21:15 WIB

Menteri keuangan Sri Mulyani
Menteri keuangan Sri Mulyani Dok. Kemenkeu

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati buka suara soal sembako yang akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Rencana tersebut ada di dalam draft RUU Perubahan Kelima Atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

"Mengenai masalah PPN, mungkin Komisi XI juga memahami kita menyampaikan RUU KUP yang sampai hari ini belum disampaikan, dibacakan di paripurna. Kami tentu dari sisi etika politik belum bisa melakukan penjelasan ke publik sebelum ini dibahas karena ini dokumen publik yang kami sampaikan pada DPR melalui Surat Presiden," kata Sri Mulyani dalam raker bersama Komisi XI DPR, Kamis (10/6).

Ia menyayangkan ada RUU KUP yang bocor ke masyarakat ketika belum waktunya dibahas.


Menkeu Sebut Pertumbuhan Ekonomi Bisa Minus 0,4%, Ferdinand: Ayolah Berpikir Bersama

"Ini memang situasinya menjadi agak kikuk karena ternyata dokumennya keluar karena memang sudah dikirimkan kepada DPR juga sehingga kami tidak dalam posisi untuk bisa menjelaskan keseluruhan arsitektur dari perpajakan kita, yang keluar sepotong-sepotong yang kemudian di-blow up dan seolah-olah menjadi sesuatu yang tidak bahkan mempertimbangkan situasi hari ini," jelasnya.

Jika RUU KUP terealisasi, Sri Mulyani mengatakan bahwa belum tentu semua yang diusulkan pemerintah akan disetujui dalam waktu dekat.

"Itu semua kita akan presentasikan secara lengkap, by sektor, by pelaku ekonomi kenapa kita mengusulkan pasal ini, landasannya apa dan kalau pun itu adalah arah yang benar apakah harus sekarang, apakah harus 6 bulan, apakah harus tahun depan, itu semuanya nanti kita ingin membahas secara penuh dengan Komisi XI," katanya.

"APBN kita berikan untuk membantu masyarakat survive. Seolah-olah PPnBM untuk mobil diberikan, sembako dipajaki itu kan teknik hoax yang bagus banget memang," tandasnya.

Kebijakan Pengenaan PPN Pulsa dan Token Listrik: Kenceng ke Bawah, Lunak ke Atas

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×