logo


AS Keluarkan UU Buat Genjot Inovasi Teknologi, China: Mentalitas Perang Dingin

Langkah pemerintah AS mengeluarkan sebuah RUU untuk meningkatkan posisi teknologi AS dalam menghadapi persaingan dengan China, dianggap oleh Beijing sebagai bentuk mentalitas perang dingin.

9 Juni 2021 20:15 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi China Daily

BEIJING, JITUNEWS.COM - Pemerintah China menganggap Amerika Serikat sudah menunjukkan gejala "delusi paranoid" dan "mentalitas Perang Dingin," usai Senat AS meloloskan undang-undang baru yang bertujuan untuk memperkuat posisi teknologi Amerika Serikat untuk bersaing dengan China.

Komite urusan luar negeri Kongres Rakyat Nasional, parlemen China, pada Rabu (9/6) mengecam undang-undang baru AS dan menuduh Washington berusaha untuk merusak hak China untuk berkembang melalui teknologi dan pemisahan ekonomi.

"Undang-undang itu penuh dengan mentalitas Perang Dingin dan prasangka ideologis, dan parlemen China menyuarakan kemarahan yang kuat dan penentangan tegas terhadapnya," kata komite tersebut dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah China, dikutip RT.com.


Jelang Pertemuan dengan Putin, Joe Biden Sudah Habiskan 50 Tahun untuk Bersiap Diri

Undang-undang baru, yang secara resmi dikenal sebagai Undang-Undang Inovasi dan Persaingan AS, pada Selasa (7/6) telah disahkan oleh Senat AS. RUU tersebut, yang telah menjadi salah satu undang-undang industri terbesar dalam sejarah AS, mendapat dukungan bipartisan yang luas. Setelah mendapat persetujuan Senat, RUU itu sekarang sedang dikirimkan ke DPR AS.

Dengan RUU tersebut, pemerintah AS memiliki wewenang untuk menggelontorkan dana hingga $ 190 miliar guna memperkuat teknologi dan penelitian AS, serta sekitar $ 54 miliar untuk meningkatkan produksi dan penelitian chip semikonduktor dan peralatan telekomunikasi lainnya.

“Jika kita tidak melakukan apa-apa, hari-hari kita sebagai negara adidaya yang dominan mungkin akan berakhir. Kami tidak bermaksud membiarkan hari-hari itu berakhir di tangan kami. Kami tidak bermaksud melihat Amerika menjadi negara menengah di abad ini,” kata Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer.

Selain memberikan dorongan besar untuk penelitian dan pengembangan teknologi di Amerika Serikat, undang-undang tersebut juga berisi berbagai ketentuan eksplisit anti-China. Yakni, melarang warganya untuk men-download aplikasi media sosial China, TikTok, pada perangkat yang dikeluarkan pemerintah, serta memblokir pengadaan drone yang diproduksi oleh perusahaan yang diklaim memiliki keterkaitan dengan pemerintah China.

Kasus Covid-19 di Vietnam Naik, SEA Games ke-31 Ditunda Hingga Tahun Depan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia