logo


Donald Trump Menyesal Tak Blokir Twitter dan Facebook saat Dirinya Masih Jadi Presiden AS

Mantan presiden AS Donald Trump mengaku menyesal tidak memblokir Twitter dan Facebook sama seperti yang kini dilakukan oleh pemerintah Nigeria

9 Juni 2021 14:00 WIB

Donald Trump
Donald Trump istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Mantan presiden AS Donald Trump pada Selasa (8/6) menyambut baik keputusan pemerintah Nigeria memblokir Twitter dan mengatakan bahwa lebih banyak negara seharusnya melakukan hal yang sama kepada Twitter dan Facebook yang tidak mendukung kebebasan berpendapat.

"Mungkin saya seharusnya juga sudah melakukannya saat saya masih menjadi presiden," kata Trump, dikutip Sputniknews.

Trump mengaku jika selama ia menjabat sebagai presiden AS, CEO Facebook Mark Zuckerberg beberapa kali menemuinya di Gedung Putih dan memohon agar Trump tidak memblokir Facebook.


Dewan Keamanan PBB Dukung Sekjend Antonio Guterres Lanjutkan Periode Kedua

"Tapi, Zuckerberg terus meminta saya dan mendatangi Gedung Putih untuk makan malam, dan mengatakan betapa hebatnya saya," tambah Trump.

Mantan Presiden AS Donald Trump mengaku tidak lagi tertarik untuk kembali menggunakan platform media sosial Facebook, bahkan jika CEO Mark Zuckerberg telah mencabut pemblokiran terhadap akun milik Trump.

"Mereka (Facebook) mengatakan bahwa mereka akan mengijinkan saya kembali dalam dua tahun. Saya tidak terlalu tertarik akan hal itu," kata Trump saat menyampaikan pidatonya dalam sebuah acara Partai Republikan pada Sabtu akhir pekan lalu.

"Sangat tidak adil...mereka menutup sebuah kelompok orang...sebuah kelompok yang lebih kuat dan lebih besar," tambah Trump.

Situasi Wabah Covid-19 Terkendali, Melbourne Cabut Aturan Lockdown

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia