logo


AS Bilang Covid-19 Berasal dari Laboratorium, Kedubes China: Senjata Pemusnah Massal

Juru bicara kedutaan besar China di AS mengatakan bahwa teori yang menyebut jika virus Covid-19 berasal dari laboratorium adalah sebuah tuduhan palsu yang tidak berbeda dengan Irak yang dituduh memiliki senjata pemusnah massal

8 Juni 2021 18:44 WIB

Institut virologi Wuhan yang dituding menyebarkan virus Covid-19
Institut virologi Wuhan yang dituding menyebarkan virus Covid-19 istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Kedutaan besar China di Amerika Serikat menyebut teori yang menyebut jika virus Covid-19 menyebar akibat kebocoran laboratorium di Wuhan adalah sebuah kebohongan sama seperti saat AS menuding Irak memiliki senjata pemusnah massal pada 200e silam.

Pada akhir bulan lalu, Presiden AS Joe Biden diketahui telah menginstruksikan kepada intelijen AS untuk melakukan investigasi mandiri terkait asal usul Covid-19, dimana intelijen AS kemudian melaporkan bahwa mereka meyakini jika penyebaran Covid-19 bermula dari adanya kebocoran fasilitas laboratorium di Wuhan. Tak hanya itu, intelijen Inggris beberapa waktu lalu juga memiliki keyakinan yang sama dengan AS.

"Asal usul Covid-19 adalah urusan ilmu pengetahuan dan seharusnya dikaji secara bersama-sama oleh para peneliti di seluruh dunia, bukan malah dipolitisasi. Semua konklusi harus diambil berdasarkan prosedur WHO dan mengikuti metode ilmu pengetahuan. Kampanye untuk mem-politisasi penelitian terkait asal usul (Covid-19) dan upaya merusak nama baik China tidak ada bedanya dengan kebohongan tentang Irak yang memiliki senjata pemusnah massal pada 19 tahun yang lalu," kata juru bicara Kedubes China, Liu Pengyu, dalam postingan Twitternya.


Situasi Covid-19 Taiwan Bisa Hambat Rantai Pasokan Chipset Global

Untuk kembali diingat, beberapa saat sebelum AS dan sekutunya menginvasi Irak pada Maret 2003, Colin Powell yang menjabat sebagai menteri luar negeri AS waktu itu mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa dirinya telah menerima laporan mengenai pemimpin Irak Saddam Hussein telah memiliki teknologi yang diperlukan untuk memproduksi senjata pemusnah massal.

Untuk mendukung pernyataan tersebut, Powell menunjukkan sebuah tabung pengujian dengan bubuk putih, dimana ia mengklaim jika itu mengandung sampel senjata pemusnah massal yang diproduksi di Irak. Namun, beberapa saat kemudian, Powell terbukti menerima laporan palsu dari intelijen AS dan tabung uji tersebut adalah hasil rekayasa.

Sejumlah Kota di India Cabut Aturan Lockdown, Dokter: Terlalu Dini

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia