logo


Hina Presiden di Medsos Terancam Bui 4,5 Tahun, Ruhut Sitompul Dukung 100 Persen

Ruhut menyentil ‘barisan sakit hati’ yang merujuk pada pihak yang kalah di Pilpres 2019.

8 Juni 2021 15:30 WIB

Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul.
Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Politisi PDIP Ruhut Sitompul memberi dukungan penuh terhadap adanya ancaman pidana bagi penghina presiden di media sosial.  

Diketahui, salah satu poin RUU KUHP memungkinkan untuk menjerat orang yang menyerang harkat dan martabat Presiden dan Wakil Presiden melalui media sosial atau pun sarana elektronik lainnya.

Terpindana bisa terancam hukuman penjara selama 4,5 tahun atau denda paling banyak hingga Rp 200 juta.


Ceritakan Pengalaman Pemilu 2019, Puan: Kalau Bu Mega Sudah Putuskan, Saya Ikut

“Aku mendukung 100% ancaman pidana menghina Presiden di Medsos,” ujar Ruhut di akun Twitter @ruhutsitompul, Selasa (8/6).

Ruhut lantas menyentil ‘barisan sakit hati’ yang merujuk pada pihak yang kalah di Pilpres 2019. Menurutnya, berpolitik itu harus siap dengan segala kondisi, bisa menang atau kalah.

“Rasain barisan sakit hati kadrun-kadrun, belajarlah. Siap Kalah Siap Menang,” sindirnya.

Hingga saat ini, Kemenkumham terus menggelar sosialisasi RUU KUHP ke sejumlah daerah. Dalam prosesnya, Kemenkumham bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, aparat penegak hukum, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Adapun sejumlah kota yang menjadi tempat diselenggarakan sosialisasi yakni Jakarta, Medan, Semarang, Denpasar, Yogyakarta, Ambon, Makassar, Padang, Banjarmasin, Surabaya, Mataram dan Manado.

Ibaratkan Puan Teh Botol Sosro, Bambang Pacul Tak Masalah Siapapun Presidennya Asalkan Bukan Ganjar

Halaman: 
Penulis : Iskandar