logo


Situasi Covid-19 Taiwan Bisa Hambat Rantai Pasokan Chipset Global

Muncul klaster Covid-19 di fasilitas pabriknya, salah satu perusahaan pengetesan chipset terbesar di dunia berhenti beroperasi

8 Juni 2021 14:00 WIB

Ilustrasi chipset 5G
Ilustrasi chipset 5G istimewa

TAIPEI, JITUNEWS.COM - Salah satu perusahaan pengetesan chipset terbesar di dunia yang berlokasi di wilayah Taiwan terpaksa ditutup usai meningkatnya jumlah kasus infeksi Covid-19 di fasilitasnya di wilayah Taiwan tengah, dimana hal tersebut berpotensi menghambat rantai pasokan chipset global.

Dilansir dari Bloomberg, Badan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (CDC) Taiwan mengatakan bahwa King Yuan Electronics Co. terpaksa menghentikan operasionalnya selama akhir pekan dan melaporkan 182 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada 6 Juni kemarin. Sebagian besar karyawan yang terjangkit virus Sars-Cov-2 tersebut merupakan karyawan yang berasal dari luar negeri, khususnya para pekerja pabrik.

Pihak pemerintah Taiwan langsung menginstruksikan kepada dua ribu karyawan perusahaan tersebut yang berasal dari luar negeri, atau 30 persen dari total karyawannya, untuk menjalani karantina selama 14 hari. Hal itu membuat pihak perusahaan hanya dapat menggunakan tenaga kerja lokal untuk tetap beroperasi.


Rusia Blacklist Sembilan Individu Asal Kanada, Ottawa: Tidak Bisa Diterima

Juru bicara perusahaan Aaron Chang, mengatakan bahwa dengan dikarantinanya dua ribu karyawan mereka, kapasitas produksi harian perusahaan tersebut mengalami penurunan.

"Saat para pekerja migran kembali bekerja dalam dua pekan ke depan, perusahaan akan mempercepat produksi untuk menambal kerugiannya," kata Chang.

Meski demikian, ia menambahkan bahwa hal tersebut tidak terlalu berdampak terhadap kelangsungan bisnis dan pemasukan tahunan perusahaan.

 

AS Tingkatkan Keamanan Perbatasan untuk Bendung Gelombang Imigran Gelap

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia