logo


Penghina Presiden Bakal Dijerat Pidana, KSP: Untuk Jaga Wibawa dan Kehormatannya

"Bukan presiden hari ini, Pak Jokowi, tapi selamanya," kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ade Irfan Pulungan

8 Juni 2021 08:03 WIB

Ade Irfan Pulungan
Ade Irfan Pulungan kompas

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ade Irfan Pulungan mengatakan bahwa pihak-pihak yang menghina presiden akan dikenakan aturan pidana. Aturan pidan tersebut tertuang dalam draf Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUKHP) yang bertujuan untuk menjaga wibawa dan kehormatan presiden sebagai seorang kepala negara.

"Karena isi (rancangan) KUHP adalah untuk menjaga wibawa kehormatan presiden sebagai kepala negara, menjaga kehormatan negara untuk Presiden NKRI," kata Ade Irfan seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (8/6/2021).

"Bukan presiden hari ini, Pak Jokowi, tapi selamanya," imbuhnya.


Dorong Megawati Maju Capres, Relawan Sebut Nama Prabowo dan Jokowi Jadi Pendamping

Apalagi, kata Irfan, apabila penghinaan presiden dilakukan melalui media sosial maka hinaan atau fitnah tersebut dapat diketahui oleh negara lain. Oleh karena itu, menurutnya aneh apabila penghinaan terhadap presiden dibiarkan begitu saja.

"Kehormatan bagsa kita ini di mana letaknya, warga negara lain kan nanti melihat, lah kenapa kok presidennya selalu begini," ujarnya.

Jokowi Instruksikan Sekolah Tatap Muka Berkapasitas 25%, Wagub DKI: Mudah

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati