logo


Bantah Konten YouTube Eko Kunthadi Roasting-an, Roy Suryo: Saya Pernah Sama Kiki Saputri Nyaman Sekali

Roy menilai konten konten YouTube Eko Kuntadhi adalah bentuk penghinaan terhadap dirinya

8 Juni 2021 05:30 WIB

Roy Suryo.
Roy Suryo. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga  Roy Suryo mengatakan bahwa konten YouTube yang dibuat oleh Eko Kuntadhi dan Mazdjo Pray bukanlah bentuk kritik maupun candaan. Ia menilai konten tersebut adalah bentuk penghinaan terhadap dirinya sehingga terdapat konsekuensi hukum.

"Ini bukan kritik, parodi, roasting, candaan. Ini hinaan yang harus menempuh konsekuensi hukum dan hukum sudah terbuka," kata Roy di Polda Metro Jaya, Senin (7/6/2021).

Roy menyebut konten YouTube yang dibuat Eko Kuntadhi dan Mazdjo Pray bukan sebuah roasting. Ia mengaku paham apa yang dimaksud roasting, pasalnya ia pernah di-roasting oleh seorang komedian dan ia merasa nyaman.


Disebut Buzzer, Eko Kuntadhi Anggap Roy Suryo Lagi Bercanda

"Saya pernah di-roasting sama Kiki Saputri dan itu nyaman sekali. Jadi artinya kalau sekarang dia bilang ini cuma roasting sekadar bercanda kami senyum saja, silakan bercanda dengan penyidik," ujarnya.

Roy yang telah melaporkan Eko Kuntadhi dan Mazdjo Pray terkait dugaan pencemaran nama baik dan fitnah di media sosial itu mengaku menemukan sebuah fakta baru. Ia menyebut Eko dan Mazdjo bersindikat dengan artis Lucky Alamsyah untuk menyerang dirinya.

"Mazdjo Pray ini ternyata mengirimkan link YouTube-nya kepada Lucky Alamsyah, jadi ini sudah sangat sengaja mereka membuat konten dan dikirimkan untuk diajak bersindikat untuk kemudian menyerang saya," ujarnya.

Diketahui, sebelum melaporkan Eko Kuntadhi dan Mazdjo Pray, Roy Suryo juga telah terlebih dahulu melaporkan Lucky Alamsyah ke Polda Metro Jaya. Roy menyebut Lucky Alamsyah melakukan pencemaran nama baik dengan membuat unggahan di akun Istagram terkait kecelakaan mobil.

 

Gugatan Perdatanya Diusulkan Jadi Rekor Muri, Roy Suryo ke Eko Kunthadi: Silahkan Bercanda dengan Penyidik!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati