logo


IAEA Curiga Korea Utara Tingkatkan Penggunaan Plutonium untuk Bikin Senjata Nuklir

Badan pengawas nuklir internasional mencurigai Korea Utara menggunakan sebuah fasilitas di luar kota Pyongyang untuk membangun persenjataan nuklirnya.

7 Juni 2021 18:38 WIB

Rudal Balistik Korea Utara
Rudal Balistik Korea Utara istimewa

VIENNA, JITUNEWS.COM - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa pihaknya telah melihat sejumlah indikasi Korea Utara berupaya melakukan proses pemisahan plutonium untuk membuat senjata nuklirnya. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, pada Senin (7/6).

Sejak inspektur IAEA diusir dari Pyongyang pada 2009 lalu, lembaga tersebut tidak lagi memiliki akses untuk melakukan pengawasan terhadap program nuklir Korea Utara. Sejauh ini, badan dibawah naungan PBB tersebut hanya bisa memonitor situasi Korea Utara melalui citra satelit.

“Pabrik uap yang melayani Laboratorium Radiokimia ini terus beroperasi sejak Pernyataan terakhir saya kepada Dewan pada bulan Maret lalu,” katanya Grossi dikutip Reuters.


Negara G7 Diminta Bayar USD 30 M per Tahun untuk Program Vaksinasi Global

"Durasi operasi ini konsisten dengan waktu yang diperlukan untuk kampanye pemrosesan ulang di Laboratorium Radiokimia. Namun, tidak mungkin (bagi kami) untuk memastikan bahwa pemrosesan ulang sedang berlangsung," tambahnya.

Grossi menambahkan, ada sejumlah indikasi aktivitas di sebuah fasilitas yang berlokasi di kawasan Kangson, tak jauh dari wilayah Pyongyang, yang mana IAEA mencurigai jika fasilitas tersebut telah dijadikan fasilitas untuk peningkatan kemampuan nuklir Korea Utara.

Jelang Pemilu Perlemen, Tokoh Oposisi Rusia Harus Melarikan Diri atau Dijebloskan ke Penjara

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia