logo


Jelang Pemilu Perlemen, Tokoh Oposisi Rusia Harus Melarikan Diri atau Dijebloskan ke Penjara

Seorang tokoh oposisi Rusia, mengaku jika dirinya mendapat peringatan dari orang-orang terdekat Kremlin untuk segera meninggalkan wilayah Rusia atau ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara

7 Juni 2021 14:54 WIB

Gedung Kremlin di Moskow, Rusia
Gedung Kremlin di Moskow, Rusia istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Seorang politisi oposisi Rusia, Dmitry Gudkov, pada Minggu (6/6) mengatakan bahwa dirinya sudah meninggalkan wilayah Rusia usai menerima sejumlah ancaman dari sejumlah pihak yang dekat dengan Kremlin yang menyebut jika dirinya akan dijebloskan ke dalam penjara jika masih berada di dalam wilayah Rusia.

Gudkov mengatakan bahwa tujuan pemerintah Rusia melakukan penangkapan tokoh-tokoh oposisi adalah untuk mencegah mereka ikut serta dalam pemilu parlementer yang dilaksanakan pada September mendatang.

"Saya merapat ke Kiev (Ukraina) dimana saya sebelumnya sudah memiliki jadwal pertemuan dan siaran televisi," kata Gudkov, dikutip Reuters.


Situasi Wabah Belum Membaik, Pemerintah Brazil Diminta Tunda Turnamen Sepakbola Copa America

"Beberapa sumber yang dekat dengan lingkaran administrasi kepresidenan mengatakan jika saya tidak segera meninggalkan negara (Rusia), kasus kriminal palsu saya akan diproses lebih lanjut untuk penangkapan saya," tambahnya.

Gudkov yang merupakan mantan anggota parlemen Rusia tersebut pada pekan lalu ditangkap oleh pihak kepolisian karena dituduh tidak melunasi sewa properti. Tuduhan yang kemudian ia bantah, dan pihak kepolisian membebaskannya pada Kamis (3/6). Meski demikian, statusnya masih menjadi seorang tersangka dalam sebuah kasus kejahatan.

Sejauh ini banyak tokoh oposisi Vladimir Putin telah melarikan diri dari Rusia karena khawatir bernasib sama dengan Alexei Navalny yang kini harus mendekam di dalam penjara.

Sementara itu, pihak Kremlin mengatakan bahwa penangkapan sejumlah tokoh oposisi seperti Gudkov tidak terkait dengan kepentingan politik. Pemerintah Rusia juga membantah bahwa aksi penangkapan tersebut mereka lakukan untuk membersihkan pihak oposisi Rusia.

 

Negara G7 Diminta Bayar USD 30 M per Tahun untuk Program Vaksinasi Global

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia