logo


Negara G7 Diminta Bayar USD 30 M per Tahun untuk Program Vaksinasi Global

Sedikitnya para mantan pemimpin dunia meminta negara anggota G7 untuk membayar hingga USD 30 miliar per tahun untuk program vaksinasi Covid-19 global selama dua tahun guna mengakhiri situasi pandemi Covid-19

7 Juni 2021 14:24 WIB

Para pemimpin negara anggota G7
Para pemimpin negara anggota G7 istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Seratus mantan pemimpin pemerintahan dunia, baik presiden, perdana menteri maupun menteri luar negeri, mendesak negara-negara kaya anggota G7 untuk membayar program vaksinasi Covid-19 global guna membantu menghentikan penyebaran dan mutasi virus Sars-Cov-2 yang berpotensi kembali mengancam dunia.

Dalam sebuah surat yang mereka layangkan kepada G7, para mantan pemimpin dunia mengatakan bahwa kerjasama global gagal dilakukan pada tahun 2020 lalu, sehingga diperlukan upaya yang lebih agar kegagalan tersebut tidak kembali terulang di tahun ini.

"Dukungan dari negara G7 dan G20 yang membuat vaksin dapat diakses oleh negara perekonomian menengah ke bawah bukanlah sebuah tindakan amal, namun hal itu lebih kepada kepentingan strategis setiap negara," demikian pernyataan dalam surat yang ditanda-tangani oleh mantan sekjen PBB Ban Ki Moon, mantan PM Inggris Gordon Brown dan Tony Blair dan mantan 15 pemimpin Afrika tersebut, dikutip Reuters.


Presiden El Salvador Ingin Bitcoin Jadi Alat Transaksi Resmi di Negaranya

Menurut mereka, semua pihak yang diundang untuk hadir ke dalam KTT G7 harus memberikan jaminan pendanaan sedikitnya USD 30 miliar per tahun selama dua tahun untuk membantu upaya global melawan pandemi Covid-19.

Sementara itu, dalam sebuah polling yang digelar oleh yayasan amal Save the Children, sebagian besar masyarakat Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Jerman juga mendukung negara-negara anggota G7 untuk memberikan bantuan sedikitnya USD 66 miliar untuk mencukupi kebutuhan vaksin Covid-19 global.

Dalam survei tersebut diketahui 79 persen warga Inggris, 79 persen warga Amerika Serikat dan 63 persen warga Perancis mendukung upaya tersebut.

 

Situasi Wabah Belum Membaik, Pemerintah Brazil Diminta Tunda Turnamen Sepakbola Copa America

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia