logo


Kepala Badan Antariksa Rusia Sebut Ide Hidup di Mars adalah Sebuah Dongeng Konyol

Dmitry ROgozin menyebut ide Elon Musk untuk membangun pemukiman di Planet Mars tidak lebih dari sebuah dongeng.

7 Juni 2021 10:30 WIB

Kapsul luar angkasa SpaceX
Kapsul luar angkasa SpaceX cnet

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Kepala lembaga antariksa Rusia, Roscosmos, Dmitry Rogozin, menyebut rencana CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, untuk menyusun perjalanan dari Bumi ke Planet Mars tidak lebih dari sekedar "dongeng".

"Para pakar teknologi memahami bahwa (rencana) ini adalah sebuah kekonyolan," kata ROgozin dalam Forum Ekonomi Internasional St.Petersburg.

"Orang-orang memang menyukai gagasan semacam ini, seperti sebuah efek yang "wow". Tapi pada kenyataannya, ini tidak lebih dari sekedar gebrakan penuh keberuntungan saja. Ada cukup banyak orang yang menceritakan dongeng semacam itu," tambahnya.


Dubes Jerman Bilang Sanksi AS atas Nord Stream 2 adalah Pelanggaran Hukum Internasional

Seperti diketahui, salah satu ambisi terbesar Elon Musk adalah untuk membangun sebuah pemukiman di Planet Mars. Rencananya, roet pertama yang akan membawa umat manusia untuk melakukan perjalanan ke Planet Merah tersebut akan diluncurkan pada 2025 mendatang.

"Ini akan menjadi sebuah pengalaman yang sangat hebat...dan akan menjadi salah satu hal paling menarik untuk dilakukan sekali seumur hidup," kata Musk beberapa waktu yang lalu.

Senada dengan pernyataan Rogozin tersebut, pakar astronomi asal Inggris Lord Rees dan Neil deGrasse Tyson menyebut ambisi Elon Musk untuk membangun tempat tinggal atau kolonisasi di Planet Mars merupakan ambisi yang tidak realistis.

Lord Rees bahkan secara terang-terangan menyebut jika ide tersebut merupakan hasil dari gangguan kejiwaan Elon Musk.

"Satu-satunya alasan bagi manusia untuk pergi keluar angkasa adalah untuk petualangan. untuk hidup di Planet Mars bukanlah hal yang mudah. Mars memiliki lingkungan yang sangat keras," kata Lord Rees, dikutip RT.com.

"Ide Elon Musk agar jutaan manusia bertempat tinggal di Mars adalah delusi yang berbahaya. Hidup di Mars tidak lebih baik daripada hidup di Kutub Selatan atau puncak Gunung Everest," tambahnya.

Vladimir Putin Siap Bantu Persiapan Piala Dunia 2022 Qatar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia