logo


Kritik Kerumunan Konser DJ di Sudirman Jakpus, PDIP: Jangan Penindakannya Nunggu Viral di Medsos

Gembong berharap Pemprov DKI lebih berhati-hati dalam memberikan izin konser musik di tengah pandemi

7 Juni 2021 07:00 WIB

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI-P DKI Jakarta, Gembong Warsono.
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI-P DKI Jakarta, Gembong Warsono. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengkritik konser musk Caspar Jakarta yang mengundang disk jockey (DJ) di bar di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Ia menyinggung terkait perizinan konser musik di tengah pendemi Covid-19.

"Kalau dia mengadakan konser berarti soal izin, mereka pasti dapat izin. Kalau mereka sudah dapat izin berarti belum terjadi sinkronisasi antar SKPD dalam konteks penanganan COVID-19," kata Gembong seperti dilansir detikcom, Minggu (6/6/2021).

Gembong berharap Pemprov DKI lebih berhati-hati dalam memberikan izin konser musik di tengah pandemi. Ia pun mengingatkan agar pengusaha lebih berhati-hati dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19.


Ngaku Sudah Jalin Komunikasi dengan PDIP, Demokrat: Bukan Kubu Hasto

"Kedua kalau itu tidak berizin (maka) langkah yang dilakukan oleh pemprov sudah tepat dalam rangka efek jera kepada para pengusaha lain agar di saat pandemi ini semua berhati-hati untuk menerapkan prokes ketat," ujarnya.

Meski bar tersebut telah diberi sanksi karena terbukti melanggar protokol kesehatan, ia meminta agar Pemprov DKI melakukan antisipasi kerumunan sejak dini. Ia tidak ingin, sebuah kasus ditindak hanya karena viral dimedia sosal.

"Harusnya dilakukan sejak dini agar kasus-kasus, kan pengusaha ada yang nakal. Pengusaha kan mencari celah agar untuk bisa melakukan aktivitas walaupun aktivitas berbahaya bagi pihak lain," ujarnya.

"Jangan sampai kejadian demi kejadian pemprov lakukan penindakannya apabila sudah viral di media sosial. Jadi itu dilakukan karena itu viral di media sosial, jangan sampai," tegasnya.

Sebelumnya, viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan konser musik di sebuah resto dan bar di kawaan Sudirman, Jakarta Pusat. Pada video tersebut, terlihat orang-orang berkerumun menikmati konser musik tanpa menggunakan masker dan tidak menerapkan jaga jarak. Imbasnya, Caspar Jakata dijatuhi sanksi penyegelan 3 hari dan denda senilai Rp 50 juta.

Sepakat Firli Bahuri Tak Hadiri Debat soal TWK, Ruhut: Emangnya Pengangguran yang Gak Punya Kerjaan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati