logo


Cerita Soal Novel Baswedan, Mahfud Md: Kalau Saya Jadi Presiden, Anda Jaksa Agung

Mahfud Md mengaku pro-KPK sejak dulu

6 Juni 2021 13:12 WIB

kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengaku pro-KPK sejak dulu.

"Pak, saya tahu soal KPK, kalau Bapak tanya ke saya, saya sejak dulu pro-KPK, Pak, sejak dulu," kata Mahfud dalam 'Dialog Menko Polhukam: Perkembangan Situasi Aktual Politik, Hukum, dan Keamanan' seperti disiarkan kanal YouTube Universitas Gadjah Mada, Sabtu (5/6).

Mahfud menceritakan tentang rekam jejaknya sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, KPK berkali-kali ingin dirobohkan.


Ogah Ditarik-tarik Soal Aduan Gratifikasi Firli, Bareskrim: Kita Fokus Covid-19!

"Saya Ketua MK berapa kali, 12 kali itu mau dirobohkan lewat undang-undang, saya menangkan KPK terus, tetapi keputusan tentang KPK tidak terletak di pemerintah saja, ada di DPR, ada di partai, ada di civil society yang pecah juga, civil society ini akan pecah, Pak," kata Mahfud.

Mahfud juga menanggapi soal polemik tes wawasan kebangsaan (TWK).

"Kata Bapak itu, 12 orang (75 pegawai) itu orang baik-baik. Ya kata Bapak, kata saya, tapi kata yang lain tidak, lalu ukurannya siapa yang mau dianggap benar?" ucap Mahfud.

Mahfud bercerita mengenai penyidik KPK Novel Baswedan yang pernah memeriksanya.

"Saya dengan Novel Baswedan, baik. Waktu saya Ketua MK, saya datang ke dia ketika katanya ada kasus korupsi, saya datang periksa, saya diperiksa nggak lebih dari 15 menit, berdiri Novel Baswedan ini (memeragakan Novel memberikan hormat), 'Pak kalau pemimpin negara seperti bapak semua, beres negara ini', dia bilang begitu," ucap Mahfud.

"Saya bilang, 'Kalau saya jadi presiden, Anda Jaksa Agung'. Waktu itu," sambungnya.

Mahfud mengatakan bahwa ada anggapan yang menyebut Novel bermain politik.

"Tetapi banyak orang yang menganggap Novel Baswedan ini politis. Kalau orang partai tertentu yang sudah jelas kesalahannya dibiarin, ini kata orang ya. Sudah ada laporannya, dibiarin, yang ditembak partai-partai ini saja, misalnya, ada orang yang mengatakan begitu, mungkin untuk KPK itu yang paling tragis ya, saya terus terang ya, saya ada di dua-duanya saya ikut semua," kata Mahfud.

Sepakat Firli Bahuri Tak Hadiri Debat soal TWK, Ruhut: Emangnya Pengangguran yang Gak Punya Kerjaan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata