logo


Sebut Sinetron Masa Kini Tak Pakai Logika, 'Si Doel': Artis Syuting, Penulis Ngetik

Rano Karno menilai bahwa alur sinetron masa kini banyak yang tidak memperhatikan pertanggungjawaban kepada publik.

5 Juni 2021 13:23 WIB

Rano Karno
Rano Karno Tirto.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemain sinetron legendaris Si Doel, Rano Karno menyebut sinetron masa kini banyak yang tidak menggunakan logika. Ia menyebut sinetron masa kini harus dituntut cepat. Hal tersebut rupanya berbeda dengan sinetron masa dulu yang benar-benar memperhatikan kualitasnya.

"Jadi kadang-kadang yang sekarang ini logika enggak dipakai harus mengejar sesuatu yang harus cepat. Kalau dulu saya waktu bikin Si Doel, misalnya dari Si Doel satu ke Si Doel dua bisa berhenti satu tahun," kata Rano Karno seperti dilansir CNNIndonesia.com, Sabtu (5/6/2021).

"Kalau sekarang, orang lagi syuting, di ujung lokasi penulis skenario juga lagi mengetik (naskah). Jadi bagaimana kita bisa mengontrol kualitas cerita? Akhirnya jebol begitu," sambungnya.


Tindaklanjuti 'Suara Hati Istri: Zahra', KPI: Harus Lebih Berhati-hati dalam Pemilihan Aktris

Rano Karno juga menanggapi sinetron suara hati istri Zahra yang kini ramai jadi perbincangan publik. Ia menyebut konsep ceritanya salah karena diangkat dari cerita biasa yang juga pernah jadi polemik.

"Dulu ada tokoh agama pimpinan pesantren, bukan soal poligaminya, tapi menikah dengan anak umur 12 tahun dan itu jadi masalah. Kalau dia enggak menikah dengan anak umur 12 tahun mungkin tidak masalah. Dan ini terjadi di sinetron. Apakah mereka tidak baca ini?" ujarnya.

Lebih lanjut, Rano Karno menilai bahwa alur sinetron masa kini banyak yang tidak memperhatikan pertanggungjawaban kepada publik.

"Bayangkan, nanti malam ditayangkan, sore diantar ke stasiun TV. Stasiun TV enggak dilihat lagi. Dulu yang namanya controlling begitu ketatnya stasiun TV. Semingggu sebelum tayang kita sudah menyerahkan master. Sekarang tidak, stasiun main putar saja," pungkasnya.

Pamit Usai Diprotes Netizen, Pemeran Zahra Istri Ketiga Beri Pesan Ini

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati