logo


Jens Stoltenberg: NATO Tidak Melihat China sebagai Musuh

Sekjend NATO mengatakan bahwa meski NATO tidak menganggap China sebagai musuh, namun mereka tetap perlu mewaspadai potensi ancaman dari Beijing

5 Juni 2021 16:30 WIB

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg istimewa

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg pada Jumat (4/6) mengatakan bahwa pihaknya tidak menganggap China sebagai musuh tetapi NATO akan memasukkan negara itu untuk pertama kalinya dalam Konsep Strategis Baru mereka.

"China menegaskan dirinya di panggung global. NATO tidak melihat China sebagai musuh. Ada peluang untuk terlibat dengan Beijing [dalam] isu-isu seperti perdagangan, perubahan iklim, dan pengendalian senjata," kata Stoltenberg selama acara virtual, dikutip Sputniknews.

“Dalam konsep strategis NATO yang ada sebelumnya, kami tidak menyebut China dengan satu kata pun. Saya dapat menjamin satu hal bahwa dalam Konsep Strategis Baru, China akan disebutkan," tambahnya.


Pendatang dari Luar Negeri Diijinkan Masuk ke Perancis, Asalkan...

Stoltenberg mencatat bahwa dalam KTT NATO berikutnya yang digelar pada 14 Juni mendatang akan berisi "lebih banyak bahasa" terkait China daripada sebelumnya, termasuk keputusan khusus yang akan membahas kemajuan teknologi Beijing dan cara-cara untuk melindungi infrastruktur utama negara-negara anggota NATO dari kemungkinan ancaman serangan siber.

Selain itu, Stoltenberg mengatakan NATO mengakui pergeseran keseimbangan kekuatan global sebagai akibat dari kebangkitan China yang telah menyebabkan sejumlah masalah keamanan, termasuk fakta bahwa aliansi akan menjadi hal yang lebih penting bagi Amerika Serikat.

PM Kanada Minta Komunitas Internasional Kompak Jatuhkan Tekanan terhadap China Jelang Olimpiade Beijing 2022

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia