logo


Oposisi Belarus Desak Negara Barat Jatuhkan Tekanan terhadap Presiden Alexander Lukashenko

Tokoh oposisi Belarus mengatakan bahwa Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa perlu bertindak secara bersama-sama untuk menjatuhkan tekanan terhadap pemerintahan Alexander Lukashenko

4 Juni 2021 21:15 WIB

Sviatlana Tsikhanousvkaia
Sviatlana Tsikhanousvkaia The Moscow Times

WARSAWA, JITUNEWS.COM - Pemimpin oposisi Belarus, Sviatlana Tsikhanouvskaia pada Jumat (6/4) meminta pemerintah Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa untuk secara bersama-sama menjatuhkan tekanan terhadap pemerintah Belarus, khususnya Presiden Alexander Lukashenko.

Pernyataan tersebut ia lontarkan saat berkunjung ke Warsawa, Polandia, menjelang digelarnya KTT G7 di Inggris pada pekan depan, dimana ia berharap salah satu agenda yang diangkat dalam KTT tersebut adalah isu Belarus.

Isu Belarus sendiri kembali mencuat usai terjadinya insiden pendaratan darurat pesawat terbang komersil Ryanair di bandara internasional Minsk yang dimanfaatkan oleh pemerintah Belarus untuk menangkap seorang jurnalis yang juga merupakan tokoh oposisi mereka.


Stasiun Luar Angkasa Internasional Sering Dijadikan Lokasi Uji Coba Militer

"Tekanan akan menjadi lebih kuat saat negara-negara bertindak secara bersama-sama dan kami meminta (pemerintah) Inggris, AS, Uni Eropa dan Ukraina. Mereka harus bertindak bersama-sama sehingga suara mereka menjadi lebih keras," kata Tsikanouvskaia dalam sebuah wawancara dengan Reuters.

Sebelumnya, Perancis sudah mengatakan bahwa mereka ingin mengundang tokoh oposisi Belarus untuk menghadiri KTT G7, jika mendapat persetujuan dari Inggris selaku tuan rumah. Sementara itu, pemerintah Inggris mengatakan bahwa pihaknya tidak berencana untuk mengundang delegasi selain negara anggota G7. Meski demikian, mereka menyatakan bahwa isu Belarus juga akan dibahas dalam KTT tersebut.

Vladimir Putin Keluarkan Kebijakan Larangan Ikut Serta Pemilu Parlemen bagi Kelompok Ekstrim Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia