logo


Mantan Direktur CDC AS Dapat Ancaman Pembunuhan Usai Sebut Covid-19 Berasal dari Laboratorium

Dr Robert Redfield mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari tokoh politik usai menyebut penyebaran virus Covid-19 berasal dari kebocoran di fasilitas laboratorium

4 Juni 2021 17:00 WIB

Institut virologi Wuhan yang dituding menyebarkan virus Covid-19
Institut virologi Wuhan yang dituding menyebarkan virus Covid-19 istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Dr Robert Redfield, mantan direktur Badan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (CDC) Amerika Serikat mengatakan bahwa dirinya telah mendapatkan ancaman pembunuhan usai menyatakan bahwa virus Covid-19 kemungkinan menyebar akibat adanya kebocoran di fasilitas laboratoriu. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat sesi wawancara dengan CNN pada Maret lalu, dimana Refield menekankan bahwa ia tidak bermaksud mengatakan bahwa virus Covid-19 adalah virus buatan manusia.

"Saya mendapatkan ancaman dan dikucilkan karena saya mengajukan sebuah hipotesis yang berbeda," kata Redfield yang juga merupakan pakar virologi.

Ia menduga ancaman tersebut dilakukan oleh pihak politisi, bukan dari pihak ilmuwan.


Sempat Terlibat Sengketa LCS, Vietnam dan China Jalin Kerja Sama Militer

"Ia menduga ancaman ini dari politikus. Bukan dari pihak ilmuwan," tambahnya.

Dalam wawancara tersebut, ia mencurigai jika virus Covid-19 berhasil keluar dari sebuah laboratorium di Wuhan, China. Ia juga menyebut jika virus Covid-19 sudah menyebar pada sekitar bulan September atau Oktober 2019.

"Saya masih berpikir...bahwa patogen (virus) di Wuhan berasal dari sebuah laboratorium, anda tahu, (virus ini) berhasil keluar," kata Redfield kepada CNN.

"Sekarang, banyak orang tidak mempercayainya, itu tidak mengapa. Ilmu pengetahuan nantinya akan berhasil mengungkapnya," tambahnya.

Seiring dengan para peneliti di seluruh dunia masih berupaya untuk mengungkap asal usul Covid-19, Presiden AS Joe Biden telah meminta komunitas intelijen AS untuk melakukan investigasi dan analisa secara independen mengenai semua informasi terkait asal muasal virus yang telah menginfeksi lebih dari 171 juta orang di seluruh dunia tersebut.

 

Washington Belum Dapatkan Akes untuk Hubungi Jurnalis AS yang Ditahan Junta Militer Myanmar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia