logo


Washington Belum Dapatkan Akes untuk Hubungi Jurnalis AS yang Ditahan Junta Militer Myanmar

Juru bicara Kemenlu AS mengatakan pahwa pihaknya hingga kini masih belum mendapatkan akses untuk menghubungi Daniel Fenster, jurnalis AS yang ditahan oleh junta militer Myanmar

4 Juni 2021 16:30 WIB

Warga sipil Myanmar bentrok dengan militer
Warga sipil Myanmar bentrok dengan militer istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Ned Price, pada Kamis (3/6) mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih belum mendapatkan akses kepada seorang jurnalis asal AS Danhy Fenster, yang ditangkap dan ditahan oleh junta militer Myanmar.

Fenster, 37 tahun, diketahui bekerja sebagai kepala editor surat kabar Frontier Myanmar. Ia ditangkap pada 24 Mei di Bandara Internasional Yangon saat berupaya keluar dari Myanmar. Hingga saat ini, masih belum diketahui apakah dirinya akan dijatuhi hukuman oleh junta militer Myanmar.

"Kami sangat prihatin dengan penahanan Daniel Fenster dan Nathan Maung, keduanya bekerja sebagai jurnalis di Burma (Myanmar)," kata Ned Price dalam konferensi pers.


Jelang Pertemuan Putin-Biden, Hubungan Moskow-Washington Bakal Membaik?

"Kami sudah menjatuhkan tekanan terhadap rezim militer untuk segera membebaskan mereka...sejumlah pejabat konsulat kami belakangan ini sudah bertemu dengan Nathan pada 24 Mei secara virtual. Kami juga sudah berusaha bertemu dengan Daniel Fenster, tapi kami belum mendapatkan akses yang memadai," tambahnya.

Price mengatakan bahwa Amerika Serikat akan terus menekan junta militer Myanmar untuk membebaskan seluruh jurnalis yang mereka tahan.

Menurut laporan Amnesty Internasional. setidaknya ada 88 jurnalis yang sudah ditangkap sejak pihak militer Myanmar melakukan aksi kudeta pemerintahan pada 1 Februari lalu.

Sempat Terlibat Sengketa LCS, Vietnam dan China Jalin Kerja Sama Militer

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia