logo


Tak Ingin Terkesan Politis, Demokrat Pertanyakan Alasan Jokowi Atur Posisi Wamen PAN-RB

Politikus Demokrat tidak ingin pengaturan posisi WamenPAN-RB memberi kesan politik di tengah masyarakat.

4 Juni 2021 15:59 WIB

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Demokrat, Anwar Hafid mempertanyakan alasan Presiden Joko Widodo menandatangani peraturan Presiden (Perpres) Nomor 47 Tahun 2021 tentang Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), yang di dalamnya mengatur posisi wakil menteri (wamen).  

"Pertama, penentuan pos menteri dan wakil menteri adalah kewenangan presiden. Kalau bagi kami soalnya lebih pada fungsi dari kementerian tersebut. Jika memang diperlukan wakil menteri, silakan pemerintah menjalankan," kata Anwar kepada wartawan, Jumat (4/6/2021).

Anwar mengaku ingin mengetahui pertimbangan dasar yang diambil oleh Jokowi. Ia tidak ingin pengaturan posisi WamenPAN-RB memberi kesan politik di tengah masyarakat.


Kadernya Gugat Jokowi, PAN: Kami Ingin Kedepankan Dialog untuk Mencapai Win Win Solution

"Namun, pertanyaannya, apakah sudah dibutuhkan? Lalu fungsi dari wamen apakah memang mendesak? Apa pertimbangan dasar dari kehadiran wamen? Semua hal ini mesti jadi pertimbangan agar tidak dinilai secara politis," ujarnya.

Diketahui, Presiden Jokowi meneken Perpres Nomor 47 Tahun 2021 tentang Kementerian PAN-RB. Dalam Perpres tersebut Wamen nantinya akan bertanggung jawab kepada MenPAN-RB.

Berikut salinan Perpres Nomor 47 Tahun 2021 Pasal 2 yang mengatur posisi WamenPAN-RB:

(1) Dalam memimpin Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri dapat dibantu oleh Wakil Menteri sesuai dengan penunjukan Presiden.
(2) Wakil Menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.
(3) Wakil Menteri berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri.
(4) Wakil Menteri mempunyai tugas membantu Menteri dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Ngaku Sudah Jalin Komunikasi dengan PDIP, Demokrat: Bukan Kubu Hasto

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati