logo


Jelang Pertemuan Putin-Biden, Hubungan Moskow-Washington Bakal Membaik?

Meski pertemuan Biden-Putin merupakan pertemuan yang sangat penting, Juru bicara Kremlin meminta semua pihak untuk tidak terlalu berharap hal itu dapat membuat hubungan bilateral kedua negara membaik

4 Juni 2021 15:45 WIB

Joe Biden (kiri) dan Vladimir Putin (kanan)
Joe Biden (kiri) dan Vladimir Putin (kanan) istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Juru bicara Pemerintah Rusia Dmitry Peskov pada Jumat (4/6) mengatakan bahwa pertemuan antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden AS Joe Biden yang rencananya akan digelar pada 16 Juni mendatang merupakan pertemuan yang sangat penting bagi kedua negara, namun ia meminta semua pihak, terutama komunitas internasional, untuk tidak berekspektasi terlalu tinggi hubungan bilateral kedua negara langsung membaik.

"Ini merupakan sebuah pertemuan penting. Di saat bersamaan, sangat keliru untuk meningkatkan ekspektasi," kata juru bicara Kremlin tersebut, dikutip Sputniknews.

Menurutnya, kedua pemerintahan saat ini tengah berselisih paham di banyak hal, sehingga "tidak ada alasan untuk berharap adanya progres untuk mencapai kesepahaman" dari pertemuan tersebut.


Pesawat Pembom B-52 Milik AS Terbang di Wilayah Udara NATO, Pesan untuk Rusia?

Peskov memastikan bahwa Putin dan Biden kemungkinan akan membahas mengenai sejumlah topik yang diprioritaskan oleh kedua pemimpin tersebut.

"Awal dialog tingkat tinggi tersebut merupakan sebuah tanda yang sangat positif meski hubungan bilateral kedua negara menyedihkan. Anda tahu, Presiden Putin ingin meningkatkan hubungan kedua negara...tapi ini hanya bisa dilakukan dengan sikap saling memahami dan saling mempertimbangkan kepentingan kedua belah pihak," lanjutnya.

Sebelumnya, pemerintah Rusia menyampaikan bahwa pihaknya berharap Putin dan Biden akan membahas mengenai stabilitas strategis global dan hubungan bilateral kedua negara dalam pertemuan yang akan digelar di Jenewa. Sementara pemerintah AS mengatakan bahwa agenda yang diusung oleh Joe Biden dalam pertemuan tersebut adalah isu Ukraina dan Belarus, situasi Iran dan perjanjian nuklir bilateral New START.

Rusia Identifikasi Dua Kasus Pertama Infeksi Virus Flu Burung ke Manusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia