logo


Tindak Kekerasan terhadap Petugas Medis di India Semakin Meningkat

Insiden kekerasan, pengeroyokan atau pemukulan terhadap dokter dan tenaga medis di India semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir

3 Juni 2021 16:15 WIB

Petugas medis Covid-19
Petugas medis Covid-19 istimewa

NEW DELHI, JITUNEWS.COM - Insiden tindak kekerasan terhadap dokter dan tenaga medis di India belakangan ini semakin meningkat, dimana hal tersebut tentu saja membuat para petugas medis menjadi sangat prihatin sekaligus khawatir.

Pada Selasa (1/6) lalu seorang dokter di salah satu rumah sakit khusus Covid-19 di kota Hojai, negara bagian Assam, dikeroyok oleh beberapa anggota keluarga pasien Covid-19 yang telah meninggal dunia, diyakini karena kekurangan pasokan oksigen.

Sehari sebelumnya, Dr. Deepak, 50 tahun, yang bertugas di kota Tarikere, negara bagian Karnataka juga mendapatkan perlakuan yang sama usai seorang pasien Covid-19 berusia enam tahun meninggal dunia. Usai insiden, polisi mengamankan empat pelaku pengeroyokan..


Belasan Pesawat Tempur China Masuk Wilayahnya Tanpa Ijin, Malaysia Protes Keras ke Beijing

Menurut Asosiasi Medis India (IMA), insiden kekerasan terhadap petugas medis semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

"Saya memahami kemarahan warga, mereka datang kepada kami sehingga kami dapat membantu mereka tapi ketika orang yang mereka cintai meninggal dunia tentu saja mereka marah," kata Presiden IMA Dr. J.A. Jayalal, dikutip Sputniknews.

"Namun ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk memastikan perlindungan dokter dan tenaga medis lain," tambahnya.

Menurut Jayalal, pihak berwenang harus segera mengambil tindakan terhadap para pelaku tindak kekerasan dan keamanan di sekitar kawasan rumah sakit harus ditingkatkan.

"Ini bisa dilakukan dalam dua cara, yakni menyatakan semua rumah sakit sebagai zona terlindungi dan memberlakukan aturan hukum yang ketat di rumah sakit atau pusat perawatan Covid-19, dan juga semua pelanggar harus dihukum dengan sangat berat sehingga ini dapat menjadi contoh bagi orang lain," lanjutnya.

"Para dokter dan staf medis lain telah bekerja keras tanpa lelah untuk menyelamatkan nyawa orang-orang. Insiden semacam itu jelas membuat mereka ketakutan dan mengurangi motivasi mereka. Hal ini harus segera dihentikan atau situasi akan menjadi lebih buruk," tukasnya.

Otoritas Layanan Kapal Ferry AS Jadi Sasaran Serangan Hacker

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia