logo


China Bangun Pangkalan Militer di Kamboja, AS Ketar-Ketir

Kemenlu AS memperingatkan kepada pemerintah Kamboja bahwa pembangunan pangkalan militer China dapat merusak kedaulatan nasional mereka dan mengancam keamanan Asia Tenggara

2 Juni 2021 17:45 WIB

Kapal Perang China
Kapal Perang China istimewa

PHNOM PENH, JITUNEWS.COM - Kehadiran pasukan militer China di pangkalan militer Kamboja telah memunculkan tanda peringatan di Washington. Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri AS dalam siaran persnya setelah Deputi Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman bertemu dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen pada Selasa (1/6).

"Deputi Menteri Sherman menyampaikan kekhawatiran serius mengenai kehadiran militer China dan pembangunan fasilitas di pangkalan angkatan laut Ream di Teluk Thailand," demikian pernyataan tertulis Kemenlu AS, dikutip Sputniknews.

Kemenlu AS juga mengatakan bahwa Sherman saat ini tengah meminta penjelasan dari pemerintah Kamboja mengenai dirobohkannya dua gedung di pangkalan angkatan laut Ream yang dibangun dengan biaya dari Amerika Serikat tanpa adanya notifikasi.


Bertemu dengan Joe Biden Bulan Ini, Erdogan Bakal Bahas Alasan Ketegangan Hubungan Bilateral Turki-AS

"Ia meminta klarifikasi mengenai penghancuran dua gedung yang didanai oleh AS di Ream tanpa notifikasi, dan menjelaskan bahwa pangkalan militer China di Kamboja akan merusak kedaulatan nasional (Kamboja), mengancam keamanan kawasan, dan berdampak negatif terhadap hubungan AS-Kamboja," tambahnya.

Dalam kunjungannya ke Kamboja, Sherman juga bertemu dengan sejumlah perwakilan dari komunitas masyarakat sipil dan pemimpin Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNR).

Menlu Jerman Sebut Proses Negosiasi dengan AS terkait Nord Stream 2 Bakal Alot

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia