logo


Sebut Sikap Radikal Diperlukan Dalam Pemberantasan Korupsi, ASN KPK: Tapi Tidak Taliban

Semua pegawai yang berkerja di KPK memiliki visi yang sama dalam memberantas korupsi

2 Juni 2021 11:50 WIB

Gedung KPK.
Gedung KPK. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Salah seorang penyidik KPK yang telah dilantik menjadi ASN menegaskan bahwa semua pegawai yang berkerja di KPK memiliki visi yang sama dalam memberantas korupsi. Ia pun mengatakan bahwa sikap radikal yang benar memang diperlukan, namun tidak perlu dikaitkan dengan kelompok Taliban.

"Kalau sikap radikal yang benar kan tidak masalah. Kalau memberantas korupsi itu kan memang harus radikal, tapi kalau dikaitkan dengan Taliban itu enggak," kata penyidik perempuan yang ditemui setelah dilantik sebagai ASN, Selasa (1/6/2021).

Ia mengatakan tidak tepat apabila pegawai yang tidak lolos TWK dicap sebagai Taliban. Pasalnya, selama berkerja bersama selama belasan tahun ia tidak melihat ada yang aneh. Ia mengatakan bahwa semua pegawai KPK bekerja dalam tugasnya masing-masing dan saling menghormati.


Pertanyaan TWK KPK Pilih Al-Quran atau Pancasila Dinilai Fatal, MUI Minta Pembuat Soal Ditindak

"Sebagai minoritas saya tak merasa terganggu atau mengalami diskriminasi," tegasnya.

Penyidik KPK yang telah dilantik ASN lainnya juga menanggapi permintaan Ketua KPK yang meminta seluruh rakyat Indonesia melakukan 'perang Badar' untuk melawan korupsi. Ia menegaskan bahwa pegawai KPK selalu bertindak total dalam melawan korupsi.

"Kalau kami dari dulu biasa Perang Badar," tegas penyidik lain dalam kesempatan sama.

 

Protes Pertanyaan Pilih Pancasila atau Al-Quran di TWK KPK, PKS: BKN Telah Ciptakan Bahaya Besar

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati