logo


Pertanyaan TWK KPK Pilih Al-Quran atau Pancasila Dinilai Fatal, MUI Minta Pembuat Soal Ditindak

Anwar Abbas meminta agar pembuat soal TWK KPK yang meminta pilih Al-Quran atau Pancasila agar diinterograsi oleh tim independen

2 Juni 2021 09:17 WIB

Anwar Abbas
Anwar Abbas wikipedia

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai pembuat pertanyaan tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk alih status pegawai KPK menjadi ASN yang meminta pilih Al-Quran atau Pancasila tidak mempunyai logika. Menurutnya, Al-Quran dan Pancasila harus berjalan beriringan dalam menjalankan kehidupan bernegara.

"Yang buat soal ini tidak punya logika, jadi tidak sehat otaknya, otak orangnya tidak sehat," kata Anwar Abbas seperti dilansir detikcom, Selasa (1/6/2021).

Anwar juga menilai bahwa pertanyaan TWK tersebut bertentangan dengan undang-undang dasar 1945. Ia menyebut pembuat pertanyaan tidak paham dengan Pancasila dan undang-undang dasar 1945.


Persilakan Novel Baswedan Nglamar KPK Lagi, Denny Siregar: Lowongan OB Masih Terbuka Lebar

"Pasal 29 ayat 1 (UUD 45) artinya negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa artinya negara tidak boleh mengabaikan ajaran agama Islam, dalam hal ini adalah kitab suci Al-Qur'an. Menurut saya itu tes (TWK) harus dibatalkan karena pertanyaannya tidak benar, pertanyaannya bertentangan dengan undang-undang Dasar 45," tegas Anwar.

Lebih lanjut, Anwar Abbas meminta agar pembuat soal TWK KPK yang meminta pilih Al-Quran atau Pancasila agar diinterograsi oleh tim independen. Apabila terbukti salah, ia meminta agar pembuat soal TWK tersebut ditindak.

"Yang buat soalnya diinterogasi oleh tim yang independen termasuk di dalamnya harus ada ulama, karena dia menyerempet mendapat masalah agama. Karena menghukum orang dan tidak lulus kan orang dengan pertanyaan yang salah. Fatal itu apalagi itu menyangkut nasib hidup orang banyak," pungkasnya.

1.271 Pegawai KPK Resmi Dilantik Jadi ASN, Ferdinand: Ayo Usut Korupsi APBD DKI Jakarta!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati